Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Tuntut Janji Negara, Panglima Kodap V Merauke Serukan Dialog dan Pembangunan Papua Selatan

Admin
×

Tuntut Janji Negara, Panglima Kodap V Merauke Serukan Dialog dan Pembangunan Papua Selatan

Sebarkan artikel ini
Tuntut Janji Negara, Panglima Kodap V Merauke Serukan Dialog dan Pembangunan Papua Selatan
Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) V Merauke, Papua Selatan, Brigjen Paulinus Masan

MITRAPOL.com, Papua Selatan — Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) V Merauke, Brigjen Paulinus Masan, menyerukan agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan menjadi bagian penting dalam menjaga komitmen perdamaian di Tanah Papua sesuai dengan janji negara kepada Papua.

Dalam pertemuan dengan awak media, Senin (31/8/2026), Paulinus mengatakan dirinya mendukung pembangunan di Papua, khususnya Papua Selatan,

Menurutnya, pembangunan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP).

Paulinus juga menyampaikan bahwa perjuangannya saat ini, menurut keterangannya, bukan untuk mengangkat senjata melawan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melainkan menyuarakan pemenuhan berbagai komitmen yang disebut pernah disampaikan kepada masyarakat Papua.

“Saya tidak mengangkat senjata melawan negara, tetapi saya menuntut janji yang harus diselesaikan dan ditepati, karena kami ingin Papua maju dan merasakan pembangunan yang utuh serta kesejahteraan masyarakat,” kata Paulinus.

Paulinus menilai pembangunan Papua Selatan tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Pemerintah juga dinilai perlu memperkuat pendidikan, kesehatan, dan sektor ekonomi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia OAP.

Menurut Paulinus, keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang diterima masyarakat, termasuk akses terhadap pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan, serta kesempatan ekonomi dan pekerjaan.

Dalam pertemuan tersebut, Paulinus juga menyinggung sebuah momentum yang disebutnya sebagai komitmen perdamaian pada 1997.

Ia mengungkapkan, momentum tersebut ditandai dengan prosesi pemotongan ayam putih yang kemudian dikuburkan di bawah tiang bendera Merah Putih di Lapangan Pattimura, Mindip Tanah.

Menurut Paulinus, prosesi tersebut disaksikan sejumlah tokoh, antara lain Pangdam Amir Simbring, Dandim Jhoni Lumintang, dan Uskup Yakobus Jevenvorde.

Paulinus memandang peristiwa yang disebutnya sebagai komitmen perdamaian tersebut sebagai pengingat bahwa upaya menjaga perdamaian perlu disertai pemenuhan komitmen pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Paulinus berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan Papua Selatan, khususnya di tingkat kampung dan distrik.

Ia menilai pembangunan perlu diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemerataan pembangunan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

Pernyataan tersebut sekaligus membuka ruang bagi penguatan dialog dan penyelesaian berbagai persoalan Papua melalui cara-cara damai.

Bagi masyarakat Papua Selatan, pembangunan dinilai bukan semata mengenai infrastruktur, melainkan juga menyangkut masa depan generasi muda, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kesempatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.