Dialog Kementerian Lingkungan Hidup Dengan Media

oleh

MITRAPOL, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan dialog dengan mitra kerja (media). Bertempat di ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta, Rabu (19/9).

Dalam dialog tersebut, narasumber memaparkan beberapa macam kendala kehutanan dan lahan yang ada di Indonesia. Narasumber mengatakan bahwa penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan adalah 10% dari luas hutan itu sendiri.

Agus Hariyanto, Kasubdit Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan menyebut, belajar dari kasus kebakaran yang sering terjadi, sejak tahun 2016 melibatkan TNI, Polri dan elemen lainnya untuk menangani masalah kebakaran hutan yang sering terjadi, sekarang ada team terpadu yang berkeliling menangani daerah yang biasa terkena kebakaran, ucapnya.

“Upaya Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta pemulihan ekosistem gambut banyak terjadi di Papua dan Kalimantan,” katanya.

Selain itu kata dia, Penegakan Hukum yang dilakukan KLHK banyak terkait permasalahan adanya ilegal logging, perburuan satwa yang dilindungi, Typologinya, perambahan hutan dan lainnya.

Adapun kendala yang sering dijumpai dalam penegakan hukum disebabkan karena banyaknya pengusaha yang bergerak didalam hutan tetapi tidak punya perlengkapan untuk pemadam kebakaran yang tempat usahanya rawan akan kebakaran, umpamanya adanya lahan gambut.

Maka dari itu pihak KLHK mengajak semua komponen agar menjadikan hutan lindung yang bisa menyerap air dan dijaga kelestariannya.

Selain itu kembali di katakan pada media Program Pengelolaan Sampah juga menjadi program pemerintah yang sangat penting dilakukan oleh semua pihak serta dapat mengubah perilaku masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Sejak tahun 2015 lalu kegiatan tersebut sudah dimulai, namun tantangan kedepan adalah membentuk tenaga ahli yang bisa memahami permasalahan kehutanan,” terangnya.

Dalam acara tersebut turut dihadiri Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Dirjen Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan, serta Dirjen Gakkum

 

Desi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *