Dikasih Kerjaan Malah Nipu, Ujungnya Kepengadilan

oleh
Albert Wiyogo Komisaris PT. Komodo beach resort
Albert Wiyogo Komisaris PT. Komodo beach resort

MITRAPOL, Jakarta – Komisaris PT. Komodo Beach Resort, Albert Wiyogo telah melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan surat, penipuan dan penggelapan sebagai mana dimaksud dalam pasal 263 ayat (1) KUHP, pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP yang dilakukan oleh Haryanto Chandra sebagai Direktur PT. Komodo Beach Resort, ke Polsek Metro Penjaringan, Jakarta utara. Sabtu (21/9/2018).

Tersangka Aryanto Chandra
Tersangka Aryanto Chandra

Menurut Damianus Ranjaan dugaan tindakan pidana tersebut berawal adanya penarikan uang perusahaan senilai Dua Miliar Lima Puluh Juta Rupiah, tanpa sepengetahuan dan persetujuan Albert Wiyogo sebagai komisaris dan pemegang saham PT. Komodo Beach Resort, dengan cara memalsukan tanda tangan. Kemudian uang tersebut di setor ke rekening pribadi Haryanto Chandra.” katanya, di Jakarta,Sabtu(21/9/2018).

Pada tanggal 31 Agustus 2015, dilakukan pembukaan rekening di Bank BCA atas nama PT. Komodo Beach Resort, dengan ketentuan bahwa setiap pencairan dana dari rekening tersebut, harus ditanda tangani bersama antara Albert Wiyogo ( komisaris ) dan Haryanto Chandra ( Direktur ), dan buku giro dipegang oleh Haryanto Chandra atas permintaannya sendiri. Pada tanggal 4 september sampai dengan tanggal 23 nopember 2015, Albert Wiyogo telah menyetorkan dana secara bertahap di rekening tersebut total sebesar Dua Milyard Lima Puluh Juta Rupiah.

PT. Komodo Beach Resort pada tanggal 25 januari 2016,adanya perubahan pengurus perseroan, sehingga Haryanto Chandra sudah tidak lagi mejabat sebagai Direktur dan saat itu dia mengalihkan semua saham perusahaan, maka Albert Wiyogo minta kepada Haryanto Chandra agar mengembalikan seluruh dokumen keuangan perseroan dan buku rekening giro, namun tidak pernah di serahkan, pada bulan Juli 2016, Albert Wiyogo datang ke bank BCA minta print out transaksi rekening, ternyata uang tersebut sudah beberapa kali ada pencairan secara bertahap sejak tanggal 30 September 2015, sehingga uang yang ada di rekening giro tersebut habis.

Atas kejadian tersebut Haryanto Chandra di laporkan ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, mulai tanggal 1 sampai tanggal 12 september 2017 statusnyan dialihkan menjadi tahanan kota. Perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di mana pada tanggal 25 Agustus 2018, sidang pertama akan di gelar.

 

 

Desi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *