Pilpres 2019, “Kemana Arah Pemilihan Milenial”

by -42 views

MITRAPOL, Jakarta – Organ relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, yang tergabung dalam Generasi Muda Islam (G-MUI) mengadakan diskusi publik di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2014). Hadir empat pembicara yang berkompeten di antaranya, Peneliti Senior LSI Ikram Masloman, Direktur Eksekutif Indobarumeter M. Qodari, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno, dan Politisi PSI Tsamara Amany.

Acara tersebut dihadiri ratusan peserta yang berasal dari generasi muda Islam dan awak media. Ketua Umum G. MUI, Mahsum Wailisa Halong, beserta beberapa pengurus DPP. G.MUI for Jokowi. Mahsum dalam sambutannya mengatakan G. MUI for Jokowi adalah wadah berkumpul generasi muda Islam. Generasi pamuda Islam milenia, bahwasanya kelompok setmen pemilu milenial,

“Potensi pemilih yang kritis, membangun kepercayaan, akar kesejarahan, dimana identitas yang berbasis agama berhasil membuat narasi besar, mampu meyakinkan publik sejauh mana pemuda Islam sebagai nara sumber besar, andil dalam gerakan yang betul-betul lahir dari bawa, ke depannya bagaimana representasi ini mampu dan banyak diterima masyarakat,” katanya.

Disebutkan generasi milenia bukan hanya menjadi subyek, namun juga sebagai obyek, kemudian generasi yang makin femiliar dengan internet sampai tahun 2018 berdiri. Generasi milenial ini terbagi 5 kelompok generasi nasional yang lahir sebelum tahun 45, generasi terbentuknya generasi muda Islam yang mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin ini (17/ 8 /2018), memiliki beberapa karakteritis otoritas media sosial tradisi . “Dalam dinamika Islam harus memiliki tujuan yang jelas,mordenis,islamis,milenial mampu tidaknya dapat menjawab kebutuhan masyarakat”ujar Ari praitno Dalam diskusi presentasi ini .

Dikatakan, mendapatkan pilihannya, biasanya untuk saat ini berdasarkan mencoba bersama keluarga. Terkait generasi milenial untuk saat ini sangat berpengaruh narasi besar, akan menjadi pertarungan sengit

Generasi milenial ini juga bersifat open terbuka lebih peduli pada masyarakat pendukung, melihat generasi milenial ini ada pada sosok Jokowi. Kelompok muda milenial dalam kontek negatif, turut akan membentuk untuk pilihan merek. “Milenial dengan peradaban kita berada di generasi yang modern, cuma kita harus komit jangan generasi milenial malah menjadi sasaran empuk bagi (17 -23) para politisi saja,” katanya.

Disebutkan, kenyataan milenial presetasinya sangat besar, usia produktif, bisa harus diperkuat dengan data yang sefisifik, namun milenial harus konsen manfaat, kemudian fenomenal berbagai latar belakang, bukan sekedar gaya, namun bisa bermanfaatkan bagi suatu momentum, mendorong harapan- harapan yang Jokowi lakukan upaya lapangan kerja pertarungan ini harus harus manfaatkan yang positif untuk generasi milenial ini seharusnya di akomodir. Dikatakan, generasi milenial cenderung berfikiru kearah fenomenal intertein, olahraga, usaha itu yang sebenarnya yang diharapkan generasi milenial.

 

 

Desi

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *