Kepsek SDN Kayu Bongkok 2 Kabupaten Tangerang Diduga Lakukan Pungli

oleh

MITRAPOL. Tangerang – Himbauan dari pemerintah tentang larangan adanya pungutan jenis apapun di sekolah rupanya tidak dihiraukan oleh kepala sekolah SDN Kayu Bongkok 2 Kabupaten Tangerang.

Adanya pungutan Rp 2.000 setiap minggunya dan terakhir Rp 25.000 untuk pembuatan kartu Nomer Induk Siswa Nasional (NISN) banyak dikeluhkan oleh para orang tua dan wali murid.

Kartu Nomer Induk Siswa Nasional
Kartu Nomer Induk Siswa Nasional

Salah seorang orang tua murid yang tidak mau disebutkan namannya mengatakan “Yang kami persoalkan disini bukan nominal akan tetapi sikap arogan dari Kepsek yang tidak memberikan waktu untuk musyawarah kepada wali murid, seharusnya disampaikan kepada Komite lalu Komitelah yang menyampaikan kepada kami selaku wali murid.” Ujarnya.

Kepala Sekolah SDN Kayu Bongkok 2 Srimulyati M. Pd, saat di wawancarai oleh Wartawan Mitrapol Sabtu(22/09/180), mengakui adanya pungutan tersebut “Benar saya melakukan pungutan pembuatan ID Card NISN ini sebesar Rp 25.000 karena saya bekerja sama dengan seorang yang mengaku Redaksi se-Propinsi Banten berinisial H, orang tersebut mendapat rekomendasi dari ketua PGRI Kabupaten Tangerang, surat rekomendasinya saya liat sendiri, kepada oknum tersebut kami menyetor Rp 10.000.” Ungkap kepsek

Aktivis Yan Sandi yang biasa disapa Bang Sandi dari Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia ( LPPNRI ) saat dimintai pendapatnya Sabtu (22/09/18) mengatakan “waa..jelas apapun bentuk yang dipunggut tanpa ada dasar Hukum tidak diperbolehkan, jika hal ini terjadi maka kami dari LPPNRI akan menindaklanjuti kepenegak Hukum, agar oknum yang terlibat bisa di proses secara Hukum. Ujar Bang sandi dengan nada geram.

 

 

Arsyad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *