BKN Jelaskan Soal Registasi Rekrutmen CPNS 2018

oleh

MITRAPOL, Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjelaskan perihal pembukaan masa registasi rekrutmen CPNS 2018, Rabu (26/9/2018) bersama Karohumas BKN di ruang Mawar Gedung 1 kantor pusat BKN, Jl. Letjen Sutoyon No 13, Jakarta Timur.

Hal tersebut disampaikan melalui conferensi pers. Dikatakan Kepala Dinas Muhamad Ridwan, hari ini registasi bisa dimulai. Sesuai dengan registasi akun, dikatakan sudah bias. “BKN di sini sudah melakukan dan memberi keleluasaan untuk menseting dan melakakukan untuk mulai pendaftaran, ini sudah bisa dipilih total 224 dari instansi yang telah disediakan,” katanya.

Disebutkan, dalam posisi ini belum selesai refisinya, dimana untuk masing-masing refisi ini baru 30% saja, dan untuk sisanya bisa segera bergabung dengan instansi sekarang.

Adapun uji coba sudah disiapkan simulasi untuk ujian CPNS. Hak dan kewajiban yang sama telah disediakan. “Batasan akses terhadap batasan perhari satu juta yang bisa dilakukan,” ujar Muhamad Ridwan selaku Kepala Humas BKN

Sementara, Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 dimulai, Rabu (26/9/2018). Seluruh proses pendaftaran berlangsung secara terintegrasi melalui situs resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), sscn.bkn.go.id.

Pantauan mitrapol Selasa (25/9/2018), di situs SSCN, ada keterangan bahwa pendaftaran CPNS paling cepat dilaksanakan pada 26 September 2018 pukul 00.01 WIB.

Para pelamar harus memiliki akun di SSCN terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri pada instansi yang dituju. Adapun jadwal pembukaan pendaftaran CPNS tergantung pada setting masing-masing instansi melalui situs SSCN.

Instansi yang dapat dipilih adalan instansi yang formasinya telah direkam SSCN dan telah diverifikasi BKN. Namun, untuk instansi yang belum diverifikasi oleh BKN dan belum direkam dalam SSCN, pilihan instansi belum muncul dan belum dapat dipilih oleh pelamar.

Pastikan pelamar sudah memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan.

Untuk persyaratan dasar pendaftaran CPNS 2018, ada 9 syarat, seperti dikutip dari situs Setkab.go.id yaitu:
1. Pelamar berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi berusia 35 tahun pada saat melamar. Terkait dengan batas umur ini, dapat dikecualikan untuk jabatan tertentu yang ditetapkan oleh Presiden, yakni berusia paling tinggi 40 tahun. 2. Pelamar tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara dua tahun atau lebih.

3. Pelamar tidak pernah diberhentikan dengan hormat, tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Polri, atau diberhentikan. 4. Pelamar tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri. 5. Pelamar tidak menjadi anggota atau pengurus partai atau terlibat politik praktis.

6. Pelamar memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar. 7. Pelamar sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar. 8. Pelamar bersedia ditempatkan di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 9. Persyaratan lain sesuai dengan kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Juga Pakai Sistem Online,diharapkan Penerimaan CPNS 2018 Tak Bisa Ditipu Calo Selain 9 syarat di atas, ada persyaratan lainnya yang ditentukan oleh PPK Kementerian/Lembaga/Daerah (K/L/D).

Pada rekrutmen CPNS 2018, pemerintah membuka 238.015 formasi yang tersebar untuk instansi pusat dan daerah.
Per 23 September 2018 pukul 19.30 WIB, melalui akun resmi Twitter BKN, @BKNgoid, menyampaikan bahwa instansi yang go live di web SSCN sejumlah 73 kementerian/lembaga dan 481 pemerintah daerah atau 92 persen.

 

Desi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *