Hadirnya Kapal Trans 1000 Akan Punahkan Kapal Tradisional

by -321 views

MITRAPOL, Jakarta – Kabar hadirnya kapal trans 1000 Jakarta milik swasta, yang diusung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan program Ok otrip, dan pada bulan Oktober akan di launching di Kepulauan Seribu akan menimbulkan polemik serta gejolak bagi keberadaan pengelolaan kapal tradisional yang sudah berjalan selama ini.

Ciri khas kapal tradisional yang menjadi ikon transportasi Kepulauan Seribu akan hilang menjadi kapal modern trans 1000 yang dikelola oleh PT trans 1000.

Pemerintah pusat harus mengkaji ualang dengan adanya usungan itu, Kepulauan Seribu identik dengan kapal tradisionalnya sebagai ikon transportasi melalui Kali Adem.

 bayu dan Murtaddo pengelolah kapal tradisional PT SSA
Bayu dan Murtaddo Pengelolah Kapal Tradisional PT SSA

Peremajaan yang akan dilakukan oleh pihak trans 1000 diperkirakan akan menyulitkan para pemilik kapal tradisional dengan kutipan dari penjualan tiket, dimana mereka hanya mendapatkan fee sepuluh ribu dari harga jual tujuh puluh enam ribu selama masa cicilan sampai 16,6 M.

Menurut Nana Suryana dari pihak trans 1000, kami membuat konsep itu dari tahun 2015 sebagai upaya peremajaan kapal tradisional milik masyarakat Kepulauan Seribu,” katanya.

Kembali dijelaskan, dari Empat Puluh Tiga kapal tradisional yang ada di Kepulauan Seribu, Dua Puluh Sembilan kapal yang sudah mendaftar untuk kami usung ke program pemerintah DKI Ok trip, trans 1000 ini adalah pihak swasta yang mewakili dari pemilik kapal untuk diusungkan peremajaan kapal tradisional program ok trip laut yang nantinya dikelolah oleh trans 1000, Ucapnya.

Kami sudah mendapatkan persetujuan dari Dinas Perhubungan, Kepala BPKAD, kepala Dinas DKPKP dan Sekda DKI saat rapat 31 Juli lalu untuk melakukan peremajaan kapal tradisional melalui trans 1000 dengan anggaran subsidi dari pemerintah.

“Dengan program DP Rp 0, rupiah dan angsuran Rp 0, dan biaya pencicilan diambil dari tiket penjualan, setiap pemilik kapal, pemilik hanya mendapatkan RP.10.000 dari hasil penjualan tiket selama dua belas tahun masa kredit,” menurutnya saat di konfirmasi melalui via seluler.

Menurut salah satu masyarakat Kepulauan Seribu Tawa,” intinya kita tidak setuju, seharusnya mereka memikirkan nasib kami para pemilik kapal tradisional, kalau memang itu bersubsidi dengan harga segitu bukan subsidi dong pak namanya, setidaknya merekakan tamu, seharusnya mereka itu duduk barenglah dengan tuan rumah yaitu para pemilik kapal, apa mereka memikirkan nasib nasib pemilik kapal tradisional sedangkan mayoritas mata pencarian masyarakat adalah nelayan, jangan enak bener buat statmen dimedia, tau tau ada peremajaan kapal tradisional, tanpa sepengetahuan kami,” katanya saat di temui di Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara selasa (25/09/18)

Menurut Pengelola Kapal Tradisional Bayu dan Murtado mengatakan, PT. SSA yang selama ini sudah berjalan, kami tidak tau sama sekali dengan adanya informasi yang beredar di media terkait adanya wacana dari pihak swasta lain.

Dari empat puluh tiga kapal yang ada dan tiga puluh tiga yang aktif sudah terikat mou dengan kita, dan slama ini berjalan dengan baik, dengan memberi pelayanan.

Kami mengelolah mulai dari penjualan tiket, dokieng kapal sampai ke perawatan kapal dan termasuk asuransi dan eksistensi kami sudah berjalan dengan baik bahkan kita menjadi tiga terbaik pelabuhan dari seluruh Indonesia,yang bekerja dengan baik untuk melayani wisatawan,

Dan para pemilik pun sudah merasa nyaman dikelolah oleh PT SSA karna mereka juga terkaver asuransi bahkan kita bekerja sama dengan pihak kementerian perhubungan untuk mengadakan pelatihan bimbingan teknis tiga gelombang yang di ikuti kurang lebih 250 orang Untuk mendapatkan SKK, biste, buku pelaut gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun berkat sinergitas yang sudah terjalin baik hingga menjadi pelabuhan percontohan tiga terbaik se-Indonesia. tutup Bayu

 

Sukemi

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *