Pemkot Jakbar Santuni 1956 Mustahik

by -89 views

MITRAPOL, Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat memberikan bantuan dan santunan kepada 1956 mustahik, yakni anak yatim, kaum dhuafa, guru honorer madrasah, guru ngaji dan lainnya.

Bantuan dari dana Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) secara simbolis diserahkan Walikota Jakarta Barat, H. Rustam Efendi, pada saat acara Gema Muharram 1440 H, di halaman kantor Walikota Jakarta Barat, Jl. Raya Kembangan no. 2, Rabu (26/9).

Walikota Jakarta Barat saat memberikan sambutan
Walikota Jakarta Barat saat memberikan sambutan

Total dana ZIS yang disalurkan kepada mustahik sekitar 5,8 miliar. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Badan Amil Zakat Infaq dan Sedekah (BAZIS) DKI Jakarta, Zahrul Wildan, Kepala BAZIS Kota Jakarta Barat, Dedi Santoso, Ketua TP PKK Jakarta Barat, Inad Luciawaty, para Pejabat Pemkot Jakarta Barat, para Camat dan Lurah se-Jakarta Barat, serta Tokoh Agama dan Masyarakat.

Pada sambutannya, Rustam mengatakan Tahun Baru Islam identik dengan lebaran anak yatim. Menjadikan dan melihat kegembiraan serta menyantuni anak yatim pada moment tersebut memperlihatkan akan ketaqwaan dari seseorang.

“Tidak akan bertaqwa seseorang kalau menelantarkan anak yatim, apalagi di tahun lebarannya anak itu,” ujarnya.

Rustam juga mengatakan perolehan dana ZIS tahun 2017 yang terkumpul sebesar 23 miliar, untuk itu ia meminta agar BAZIS dapat meningkatkan perolehan ZIS tahun 2018 sebesar 30 miliar. Dan juga meminta kepada para Pejabat agar bisa memotivasi yang lainnya, mengajak teman-teman pengusaha, donatur, orang-orang yang mampu dan kaya yang ada di Jakarta Barat untuk melakukan hal yang sama.

“Dana ZIS yang terkumpul di tahun 2017 rasanya masih sangat kecil, saya tantang tahun 2018 ini harus masuk 30 miliar,” katanya.

Ia berharap agar penyaluran dana ZIS dapat memberikan porsi yang lebih buat para mustahik agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka.

“Kalau BAZIS bisa menjangkau dan lebih fleksibel, semakin banyak dana BAZIS terkumpul, maka jumlah yang diberikan juga semakin banyak,” tambahnya.

Ia juga berharap agar dengan BAZIS tersebut kedepannya bisa membantu Pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan yang ada di wilayah Jakarta Barat, dengan adanya peningkatan perolehan dana ZIS menjadikan gap atau kesenjangan antara orang kaya dan miskin tidak terlalu jauh, yang bisa menimbulkan kerawanan dan kecemburuan sosial lainnya.

Pertentangan antara miskin dan kaya bisa membahayakan, oleh karena itu yang kaya agar dapat mengeluarkan hartanya untuk membantu yang miskin. Apa lagi dimanfaatkan secara tepat dan baik, sehingga yang miskin itu terangkat harkat dan martabatnya.

“Orang mengeluarkan ZIS belum pernah ada yang jatuh miskin, bahkan kalau mengeluarkan ZIS bertambah lagi rejekinya,” tuturnya.

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Kepala BAZIS Jakarta Barat, Dedi Santoso mengatakan diselenggarakannya kegiatan ini untuk mensyiarkan Tahun Baru Islam dengan semangat baru untuk berhijrah yang lebih baik. Mewujudkan dan instropeksi diri, serta kepedulian terhadap kaum dhuafa, yang salah satunya adalah anak yatim.

Dedi menjelaskan, penyaluran dana BAZIS diperuntukan bagi mustahik, terdiri dari 411 guru honorer madrasah, 168 guru TK/TKA, 236 guru ngaji, 210 marbot, 149 anak yatim, 474 dhuafa, 56 program bedah rumah, 100 peserta pelatihan pemulsaran jenazah, 25 peserta pelatihan keterampilan menjahit, dan 127 mahasiswa paud bantuan beasiswa.

Kegiatan yang disponsori Bank DKI dan PT. Mayora ini, juga diisi dengan berbagai acara. Antara lain tausiah oleh Ustad Zaki Mirza dan dihibur oleh penyanyi Fatin Shidqia.

 

 

 

Reporter : madalin

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *