Pengajian Disertai Santunan Anak Yatim Menambah Keimanan dan Kertakwaan

oleh

MITRAPOL,Batang – Pelaksanakan agenda pengajian selapanan rutin, bertepatan dengan bulan suci Muharram, acara kegiatan pengajian Muslimat Fatayat -NU,Dan Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, dilaksanakan di depan halaman Mushola At-Taqwa. Dengan memberikan santunan 30 anak yatim yang berada di sekitar dukuh Losari Desa Kutosari Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Jawa Tengah, acara tersebut di mulai pukul 13.30 Wib sampai dengan pukul 17.30 Wib (Selasa 25/09/2018)

Santunan uang tunai. bukan sebatas inovasi. Namun adanya kesadaran akan pentingnya memahami kebutuhan dalam memberikan sumbangan kepada anak yatim piatu

Pembina dan ketua Pengurus Mushola At Taqwa Khosi’in dalam sambutannya selalu memberikan motivasi pada para perempuan Fatayat Nu ,Dapat bergerak aktif dalam menyelesaikan permasalaan sosial yang dihadapi masyarakat.

Pengajian rutin yang dihadiri oleh para sepuh dan tokoh masyarakat ,Muspika Kecamatan Gringsing,Kepala Desa Kutosai,Pengurus Fatayat NU dan Muslimat NU anak Cabang Gringsing KH.Sumsari, Suriyah NU Kutosari, MWC NU Geringsing Ustad Choirur Rosyidin,Tan Fidiyah NU Ahmad Jazuli,Warga masyarakat Nu Musfat se Desa Kutosari.

Kegiatan yang juga melibatkan ibu-ibu atau para istri pengurus ini diisi dengan pembacaan istighotsah dan tahlil. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memanjatkan do’a kepada Allah SWT untuk kelancaran program Keluarga Besar Nahdatul Ulama (NU) Ranting Kutosari dan juga mendoakan seluruh keluarga besar NU yang telah mendahului kita.

Kades Kutosari Wiwiek Carolina menyampaikan, Ucapan terima kasih dan selamat datang kepada hadirin semua, pengajian Fatayat NU bergilir sudah berjalan lebih dari 4 tahun ini diharapakan bisa menjadi tauladan atau contoh bagi generasi mendatang,”ungkapnya.

Selanjut nya Sambutan Muspika Kecamatan Gringsing yang di wakili Danramil Gringsing melalui Peltu Haryana, menjelaskan bahwa untuk terciptanya persatuan dan kesatuan Bangsa. Apabila seorang muslim mampu memberikan kasih sayang terhadap muslim lainnya, dan kasih sayang itu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, kita akan merasakan betapa nikmatnya kebersamaan sebagai umat Islam dan bangsa yang kuat dan kukuh dan tidak muda di adu domba yang sarat akan perpecahan. Apalagi dengan sikap ikhlas karena mengharap ridha Allah,”jelasnya.

Muqodimah di isi oleh KH.Sholikin dari Kecamatan Reban Kabupaten Batang menyampaikan, untuk terciptanya kerukunan hidup antara sesame warga masyarakat, apabila seorang muslim mampu menghargai dan menghormati orang lain dalam berbagai hal, termasuk menghormati dan menghargai terhadap adanya perbedaan, baik dalam hal bahasa, budaya, maupun pemahaman agama yang sarat akan perbedaan mazhab dan pendapat, kita akan merasakan betapa nikmatnya hidup rukun dalam sebuah perbedaan yang dibingkai atas dasar ukhuwah Islamiyah dengan menganggap perbedaan sebagai rahmat atas kasih sayang Allah kepada semua hamba,”pungkasnya.

 

 

Irul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *