Ratusan Pengacara Geruduk Mapolda Sumsel

oleh

MITRAPOL, Palembang – Karena merasa telah dihalang-halangi saat akan melakukan eksekusi lahan yang terletak di Jalan Tanjung Harapan Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang, Ratusan Pengacara mendatangi Mapolda Sumsel, Senin (1/10).

Sekitar 128 pengacara yang tergabung dalam Komunitas Advokat Muda (Kamda) dan anggota DPC Peradi Palembang ini melaporkan dua oknum pengacara yakni Alex Effendi dan Heldi Fitrinata.

Dihadapan Petugas, Ketua Kamda Andri Meilansyah SH menjelaskan, pelaporan kedua oknum pengacara tersebut dikarenakan kedua terlapor itu sudah menghalang-halangi saat dirinya sedang melakukan tugas profesinya.”Kita melaporkan mereka dengan tiga pasal”ujar pengacara yang sering di sapa Andri Macan itu.

Menurut Andri, pada 27 agustus 2018 lalu, dirinya akan mengeksekusi sengketa tanah dengan pihak Pengadilan Negeri (PN) di wilayah kalidoni dengan luas lebih kurang 8 ribu meter persegi, Akan tetapi Alex dan Heldi menghalanginya.

Kemudian, Andri menelaah apa alasan kedua terlapor itu menghalang-halanginya. setelah dilihat justru kedua terlapor itu malah diduga cacat hukum.

“Kita juga menemukan ada dugaan cacat hukum. Yang mana yang memberikan kuasa bukan merupakan pihak bersengketa, karena di surat kuasa mereka tertera tanggal 31 agustus 2018 sedangkan pelaksanaan eksekusi dilaksanakan 27 agustus 2018,”Jelasnya.

Berdasarkan LPB/735/X/2018/SPKT/tanggal 1 Oktober 2018. Laporannya sudah diterima bahwa Alex Efendi dilaporkan atas perkara tindak pidana memaksa pegawai negeri supaya menjalankan perbuatan jabatan atau melawan pegawai negeri yang melakukan pekerjaannya yang sah. Dalam pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP dan atau pasal 214 KUHP.

Adri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *