Bejat!, Anak Kandung Diperkosa, Ayah dan Paman Diringkus Polisi

by -233 views
Ketiga pelaku, DR (41), MH alias Cecep (41) dan NGT alias Demin (50) saat diperiksa aparat kepolisian

MITRAPOL, Lampura – Satu persatu pelaku pemerkosaan terhadap BG (17) warga  Lampung Utara mulai tertangkap, Jumat (05/10/18).

Sebelumnya, polisi meringkus DR (41) bapak kandung korban yang kali pertama menggagahi BG. Selanjutnya, polisi meringkus MH alias Cecep (41) berstatus paman korban dan NGT alias Demin (50) yang merupakan rekan DR.

Kapolres Lampung Utara (Lampura), AKBP Eka Mulyana melalui AKP Donny Kristian Baralangi mengatakan, pelaku DR memperkosa anak kandungnya sejak tahun 2017 hingga September 2018 lalu, semenjak dia bercerai dengan istrinya. “Pelaku (bapak kandung korban-red) mengaku menggagahi anaknya sendiri karena khilaf,” kata Kasat Reskrim, AKP Donny Kristian.

Sementara Cecep memperkosa BG sebanyak lima kali sepanjang Agustus 2018. Dimana, kali pertama perbuatan bejat tersebut dilakukan saat di rumah korban, pelaku melihat BG usai mandi. Disaat itulah hasrat birahi Cecep timbul dan memperkosa BG. “Saat memperkosa BG, Cecep menyertai dengan ancaman menggunakan senjata tajam,” ujar AKP Donny.

Sedangkan Demin mengaku dirinya menggagahi BG juga sebanyak lima kali, sepanjang Mei-September 2018. Itu dilakukan karena DR memiliki hutang kepada dirinya sebanyak Rp600 ribu dan DR menyarankan agar Demin menikahi anaknya tersebut. “Demin mengakui perbuatannya itu dilakukan di rumah korban saat kondisi rumah sepi,” kata Kasat Reskrim lagi.

Para pelaku diringkus di tiga lokasi yang berbeda, penangkapan bermula saat korban menceritakan apa yang dialami ke bibinya, lalu bibinya menceritkan ke ibu kandung korban dan kerabat lainnya. Setelah itu mereka langsung melapor ke polisi.

“Setelah kami menerima laporan serta keterangan korban, anggota langsung lakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku,” papar Donny.

Menurut dia, pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap para pelaku. Sementara korban yang kini kondisinya mengalami trauma berat, masih menjalani penanganan psikolog.

wawan satria

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *