Diduga Tak Penuhi Standar, Ketua Yara Sabang: Hentikan Ilegal Mining dan Bongkar Ulang Timbunan

oleh

Tanah timbun Proyek pembangunan Pelabuhan Balohan diduga tidak sesuai standar dan spesifikasi ditambah lagi diduga melakukan ilegal mining dalam pengerukkan tanahnya.

MITRAPOL, Sabang – Kepala perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (Yara) Kota Sabang, Teuku Indra menilai penimbunan Pelabuhan Sabang sangat tidak memenuhi standart dan harus dibongkar ulang agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan dan melanggar aturan secara hukum.

“Bisa kita bayangkan sebuah timbunan di dalam lumpur tanpa dikeruk terlebih dahulu langsung ditimbun beserta sampah dan pohon-pohon, jika nanti akan berdiri bangunan diatasnya maka yang kita khawatirkan adalah terjadinya penurunan akibat lumpur yang menyusut dan pohon yang membusuk dan pastinya bangunan yang berdiri diatasnya menjadi tidak stabil dan bisa ambruk,” ujar Teuku Indra.

Teuku Indra juga mengkritisi dugaan modus pengambilan matrial tanah timbun yang diduga melanggar aturan hukum atau disebut ilegal mining dengan bekerjasama dengan keuchik dan beberapa masyarakat untuk membuat kuburan umum serta pasantren.

“Jelas-jelas pemanfaatan tanah tersebut untuk penimbunan proyek pelabuhan balohan tersebut, jelas proyek ini tidak mempunyai izin galian C,” kata Teuku Indra.

Ia berharap kepada aparat kepolisian Kota Sabang dan konsultan supervisi proyek Balohan, PPK proyek untuk segera memeriksa dan menghentikan kegiatan dugaan ilegal mining itu, serta segera menindak pelaku pelanggaran itu secara hukum yang berlaku agar menjadi contoh buat oknum-oknum yang tidak patuh terhadap hukum dan menjadi efek jera bagi pelaku ilegal mining atau pelanggaran galian C di kota sabang, demi kebaikkan masyarakat dan daerah.

“Kami mendukung pembangunan di Kota Sabang ini, akan tetapi harus sesuai aturan hukum yang berlaku agar pembangunan bisa berjalan dengan baik dan prosedural,” ujar Teuku Indra.

Mengenai permintaaan masyarakat untuk membuat pasantren dan kuburan umum, Indra mempersilahkan untuk dilanjutkan asalkan matrial pembuangan tanahnya tidak diperuntukkan untuk timbunan proyek pelabuhan balohan Sabang itu, agar tidak terkesan adanya modus dalam hal itu.

Teuku Indra berharap masyarakat harus waspada agar jangan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan bisnisnya, sehingga masyarakat bisa bijaksana dalam masalah ini, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak baik untuk masyarakat dan daerah.

Hasil investigasi Yara Perwakilan Kota Sabang, di lokasi proyek Pelabuhan Balohan Sabang khususnya pekerjaan penimbunan, diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai aturan yang berlaku.

Teuku Indra juga mengklaim, Yara Kota Sabang telah menyurati PT.Cemerlang Samudra Kontrindo agar melaksanakan kegiatan proyek pelabuhan Balohan Sabang dengan aturan yang berlaku dan menghentikan kegiatan dugaan ilegal mining dalam memperoleh tanah timbunan.

Bukhari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *