Korbankan Nyawa dalam Bertugas, Agung Bakal Dimakamkan di TMP

Anthonius Gunawan Agung meninggal dunia dalam bertugas saat memberikan instruksi kepada pesawat Batik Air saat gempa mengguncang Palu bermagnito 7,7 skala Richter pada Jumat (28/9) (Airnav Indonesia).

MITRAPOL, Jakarta – Personel pengatur lalu lintas udara (ATC) Airnav Indonesia, Anthonius Gunawan Agung meninggal dunia dalam bertugas saat memberikan instruksi kepada pesawat Batik Air saat gempa mengguncang Palu bermagnito 7,7 skala Richter pada Jumat (28/9) (Airnav Indonesia).

Pada saat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada 28 September lalu, Agung enggan menuruni menara ATC di mana tempat ia berada karena masih memberikan instruksi kepada pesawat Batik Air yang belum tinggal landas secara sempurna (airborne).

Akhirnya, setelah menyelesaikan tugasnya, Agung segera lompat dari lantai 4 menara dan mengalami kaki patah. Dia segera dibawa ke Balikpapan dengan helikopter, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Almarhum Agung akhirnya diberi penghargaan Adhikarya Dirgantara Pralabda atas dedikasinya Agung dalam pekerjaan, yaitu memastikan pesawat Batik Air tinggal landas dengan sempurna, meski ia harus mengorbankan nyawa.

Bakal Dimakamkan di TMP

Atas dedikasi Agung dalam bertugas, Kementerian Sosial siap membantu pemakaman almarhum Anthonius Gunawan Agung, pengatur lalu lintas udara (ATC) Airnav yang meninggal dunia dalam tugas saat gempa bumi di Palu, di taman makam pahlawan (TMP).

Usulan agar almarhum Agung dimakamkan di TMP disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang menyebut Agung sebagai “contoh bagi insan transportasi”.

“Seseorang yang berjuang atau punya semangat kepahlawanan tentu ada prosedurnya,” kata Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.