Pinjaman Menjerat Seperti Rentenir, Awas Lintah Darat Ada Dimedia Sosial

MITRAPOL, Jakarta – Perwakilan korban pinjaman Online melaporkan dan memohon bantuan serta perlindungan hukum dari teror penagihan hutang yang tidak berperikemanusiaan kepada PERNUSA (Persatuan Rakyat Nusantara) yang diketuai oleh Kanjeng Norman dan menggelar konfrensi pers, Jumat(5/10/2018) di Rumah Makan Pondok Penus, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Pernusa Kanjeng Norman dan pengacara Henny handayani.

Dikatakan oleh salah satu korban aplikasi pinjaman online, berawal dari pinjaman yang relatif sangat mudah dan singkat melalui aplikasi online, hanya dengan mengisi folmulir dan KTP saja pinjaman langsung cair, makanya banyak masyarakat yang tertarik karena kemudahan dalam proses pinjamannya, cara yang mudah namun ternyata malah menjeratnya. Ujar Rina.

Henny Handayani sebagai pengacara pihak korban menambahkan, bahwa korban berasal dari berbagai daerah dan jumlahnya sudah cukup banyak, mereka resah dengan beredarnya aplikasi pinjaman media sosial online yang sudah menjerat, menekan, melecehkan, bahkan memfitnah para korbannya.

Salah satu korban peminjam online menambahkan bahwa mereka menyesal memijam uang di media sosial ini karena ternyata sangat menekan, mengancam, mencemarkan nama baiknya bahkan memfitnah, menyebarkan foto peminjam dimedia sosial dengan keterangan bahwa dirinya membawa kabur uang perusahaan.

Mereka mencuri data dengan tujuan agar aksinya bisa berjalan lancar, kejadian ini sudah menelan korban jiwa, karena merasa malu dan tertekan ada yang sampai bunuh diri akibat dipecat oleh peruhaan tempatnya bekerja,, karena fitnahan bawa telah membawa kabur uang milik peminjam.

Juga dikatakan oleh peminjam yang lain, dimana dengan aturan yang mereka tidak sangka ini akan menjerat, memberatkan dirinya dengan bunga yang sangat besar sehingga peminjam tidak mampu lagi mengikuti aturan pihak peminjam online tersebut maka kehidupannya mulai diusiknya. Ujar Ratna.

Ketua Pernusa Kanjeng Norman mengatakan, para korban berharap kepada OJK agar segera menutup usaha pinjam online karena bunga pinjaman yang sangat besar sehingga mencekik rakyat kecil.

Ditambahkan Kanjeng norman, Pelaku (pemberi pinjaman) dapat di jerat dengan hukuman dalam
Pasal 310 ayat (1)KUHP yang berbunyi ” barang siapa sengaja menyerang kehormatan,atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu di ketahui umum, di ancam karena pencemaran pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”. Dan pasal 45 ayat (1) UU ITE

 

 

Desi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.