Aku Tak Ingin Menangis Meski Ayah dan Ibuku Tiada Karena Bencana Gempa

by -81 views

MITRAPOL, Palu – Bencana alam yang menimpa Palu membuat masyarakat Indonesia bersedih, bahkan Mencanegara pun ikut bersedih. Duka ini tak membuat JK, nama panggilan seorang anak berusia 16 tahun yang tinggal di Baleroa, Kota Palu. Sulawesi Tenggara, yang saat ini menjadi santri hafidz di Kota Bogor, Sabtu (06/10).

Aku Tak Ingin Menangis Meski Ayah dan Ibuku Tiada Karena Bencana Gempa2

JK, seorang santri dari salah satu pesantren terkenal di Bogor dan sudah bisa menghafal Alquran dengan tenang sambil berzikir kepada Allah SWT tanpa manangis sedikit pun menceritakan dukanya.

Malam itu ayah dan ibunya berbicara lewat hp dengan nada senang dan bangga agar aku kelak menjadi anak yang sholeh. Tapi tiba-tiba ayahnya berteriak “ibu awas!, cepat pergi” setelah itu teriakan ayah dan ibu semakin kencang dan lenyap. “Spontan aku melihat berita di televisi gempa dan tsunami di Kota Palu. Berita yang sangat membuatku kaget. Apakah ini artinya,” ungkap JK.

Duka JK membuat semua, bahkan ribuan masyarakat juga ikut menangis, buka hanya JK, Ssfad yang juga kehilangan adik satu-satunya di dalam puing reruntuhan, bahkan masyarakat Indonesia pun ikut merasakan duka mereka sehingga membuat mancanegara, seperti pemerintah India mengirim pasukan Army Medis Club (AMC ) dengan jumlah 28 orang dan pemerintah Jepang ikut memberi bantuan.

Bantuan berupa pengiriman tim relawan dari The Japan Disaster Relief  (JDR), Tim Penanggulangan Bencana Jepang yang terdiri dari Unit Pasukan Bela Diri Jepang.

Tidak hanya itu, Pemerintah pun secara cepat dan tanggap mengatasi bencana yang menimpa Kota Palu dan Donggala.

NN

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *