Korban Rentenir: Penjarakan Lintah Darat yang Mencekik Rakyat

oleh

MITRAPOL, Jakarta – Perwakilan dari ribuan masyarakat dari beberapa daerah terkait korban peminjam uang melalui aplikasi online.

Adv Hany Handayani

Didampingi kuasa hukum, para korban tersebut  meminta perlindungan dan melaporkan kejadian yang dialami ke Bareskrim Polri, Selasa (9/10).

Puluhan perwakilan korban dari berbagai daerah se Jabodetabek, Semarang, Kalimantan dan Kuningan.

Kanjeng Norman

Para korban juga meminta perlindungan hukum kepada Ormas Perjuangan Rakyat Nusantara (PERNUSA) yang diketuai KP Normann Hadinegoro dan kuasa hukum dari para korban Adv. Henny Handayani SH. MH dan patners.

“Apakah kita sebagai masyarakat membiarkan masalah ini berlarut-larut dengan bunga pinjaman online dengan peraturan yang sangat merugikan masyarakat dimana ternyata perlima belas hari bunganya 20 persen sampai dengan 40 persen tergantung aplikasinya dan denda jika tidak mengembalikan perhari sebesar Rp50 ribu sampai dengan Rp100 ribu, itu ntuk pinjaman sebesar Rp1 juta. Jadi jika menunggak sebulan bunga perpanjangannya saja bisa menjadi Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Sungguh ini akan sangat menghancurkan Indonesia bila dibiarkan usaha ini berkembang di Indonesia belum lagi aksi terornya yang sangat menyakitkan hati dengan cara dan akibatnya,” ujar Norman.

Terkait para pemberi pinjaman dapat dijerat dengan hukuman dalam UUD ITE pasal 27 ayat (3) jo 310, tentang pencemaran nama baik. Dapat diancam kurungan 4,5 tahun dan denda Rp750 juta.

Laporan masyarakat ini pun akhirnya  diterima Bareskrim. Dan para korban meminta perlindungan aparat kepolisian agar  jangan ada lagi intimidasi, ancamannya dan penyebaran data pribadi dan juga mengenai bunga yang mencekik leher, berikut dendanya yang terlalu mencekik leher.

Dikatakan kembali oleh Norman, bahwa diduga persoalan ini ada kaitannya dengan sindikat dibalik ini semua. 

“Diharapkan kepada masyarakat luas supaya menjadi pembelajaran buat kita semua kita harus tetap waspada bila sedikit lengah akan merugikan kita sendiri nantinya,” kata Norman.

Heny Handayani mengatakan bahwa masalah ini harus segera selesai. Ia pun meminta aparat kepolisian dapat melindungi para korban.

“Masalah ini harus segera selesai juga diharapkan pada aparat terkait khususnya polisi bisa melindungi para korban dan juga melindungi masyarakat dengan tegas dan bisa secepatnya mengatasi masalah jangan berlarut untuk memberikan hukuman jera kepada pihak yang harus bertanggung jawab,” ujar Hany.

desi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *