Subang Berduka Lagi, PMI Asal Subang Tewas

oleh

MITRAPOL, Subang – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Waskem Raisidin Kulsum (47) asal Subang meninggal dunia di Dubay UAE (20/9/2018), penyebab kematian diduga karena penyakit jantung. Alm diberangkatkan secara ilegal, melalui sponsor (Ms) dan (UD) pasangan suami istri asal Desa Kunir, Kec. Cipunagara, Kab. Subang dan disalurkan ke pihak oknum di Jakarta yaitu (S) yang belum diketahui atas nama PJTKI atau perorangan.

Pihak disnakertrans Kab. Subang dipimpin oleh H. Indra suparman SH. dan P4MI Melakukan penjemputan Jenazah di Bandara Soekarno Hatta, jenazah diserahkan pihak BP3TKI Tanggerang yang diwakili Monang, kepada pihak Disnakertrans Kab Subang untuk diserahkan kepada keluarganya. Senin (8/10/18).

Kematian Waskem Raisidin Kulsum semakin menambah panjang daftar PMI yang meninggal di Luar Negeri, 90% PMI yang meninggal adalah ilegal.

Serah terima jenasah dari Pemerintah Kab. Subang melalui Disnakertrans Subang H. Indra Suparman SH. Kepada pihak keluarga, dihadiri oleh Kepala Desa Kosambi Saepudin dan babinkamtibmas Polsek Pagaden Briptu Saepul, dan Kanit Binmas Ipda Bambang, serta Babinsa Serka Tata Heryawan,.

“Maraknya kasus PMI yang meninggal di luar negeri yang kebanyakan pemberangkatanya secara ilegal, menjadi pukulan keras bagi Pemerintah khususnya Disnakertrans Kab. Subang, sehingga Pemkab Subang bertekat membenahi perekrut/sponsor yang ada dikabupaten Subang, langkahnya akan menyeret sponsor yang telah memberangkatkan TKI secara Ilegal, dan melakukan pembinaan bersama P4MI organisasi yang mewadahi sponsor”, tutur H. Indra Suparman Kasi Penempatan Disankertrans Kab. Subang

Pada saat yang sama datang Rosihan yang mengaku sebagai perwakilan dari Jakarta untuk menyerahkan seumlah uang kepada keluarga almarhum sebagai dana talangan asuransi, perwakilan mengaku diutus oleh Pak (S) untuk mengurus kepulangan jenazah dan memberikan sejumlah uang kepada keluarganya.

Ketika Babinkamtimas Bripka Saeful mempertanyakan tentang hak-hak dan status alm sebagai TKI Di luar negeri seperti apa, Rosihan tidak bisa menjawab karena tidak tau apa-apa, dia hanya diutus saja dengan dalih kemanusiaan, yang menjadi heran dokument asli dan barang barang almarhum diakui tercecer di Bandara, sehingga tidak bisa menunjukan yang asli hanya beberapa copy-an.

“Pihak kita akan mendorong pihak penegak hukum untuk memproses kasus ini secara tuntas, agar mafia TKI/PMI ilegal kapok untuk bertidak seperti Ini dan pelajaran bagi oknum sponsor yang lainnya, pelaporan ke Polres Subang sudah dilakukan oleh pihak keluarganya Kemaren ” tutur H. Indra Suparman SH.

 

 

Red.Ade/Nana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *