Viral!, Relawan Diusir dan Dituduh Pencuri di Palu

oleh

MITRAPOL, Palu – Sejumlah relawan yang melakukan misi kemanusiaan di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terpaksa harus angkat kaki dari halaman kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng.

Mereka bukanlah menyerah untuk mencari para korban gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi pada Jumat 28 September 2018, beberapa pekan lalu.

Akan tetapi, para pejuang kemanusiaan ini mendapatkan perlakuan tidak mengenakan yaitu dengan dituduh melakukan kejahatan pencurian sehingga diusir oleh oknum pejabat Bappeda Sulteng.

Akun facebook bernama Muhhammad Harjun, mencoba mengabadikan momen dimana pejuang kemanusiaan terpaksa harus angkat kaki.

Dalam video yang berdurasi 7 menit 31 detik, terlihat relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia tengah berkemas dan siap berpindah lokasi untuk mencari lokasi peristrahatan demi mencari para korban.

“Teman-teman BPBD dan dan relawan-relawan di sini diusir oleh pemerintah. Kami dituduh mencuri, padahal niat kami baik, membantu warga Palu, yang kita dapat yah diusir dikira pencuri,” ujarnya melalui video tersebut.

Salah seorang relawan asal Kepulauan Banggai yang sempat memberikan komentarnya tersebut juga merasa sangat kecewa dengan perlakuan yang diberikan kepada relawan yang sudah berada di Kantor Bappeda Sulteng Jalan Prof. Moh Yamin sehari setelah bencana memporak-porandakan Kota Palu itu.

“Seharusnya warga Palu menyambut kita, mensupport agar status tanggap darurat di Palu bisa cepat selesai. Ini malah pemerintahnya yang memperlakukan kita seperti ini, tapi kita mengalah saja,” ungkapnya.

“Kita sudah tahu bersama-sama, jika kita tiba di sini dengan kondisi yang kosong setelah bencana, apalagi ditambah oknum masyarakat yang memang melakukan penjarahan, kenapa kami yang dituduh, niat kami baik,” tambahnya.

Diketahui, video itu ia bagikan pada grup Facebook Laporan Warga Makassar. Video itu pun viral dan telah mencapai 20.472 kali ditonton dan mendapat tanggapan dari ribuan netizen. Pantaskah ini di lakukan oleh dinas daerah palu..?

efrizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *