Birokrasi Berbelit di Posko Pembagian Bantuan

oleh

MITRAPOL, Palu – Fakta mengenai pengungsi gempa dan tsunami di Palu dan Donggala yang harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan air minum, mendapat kecaman dari semua pihak.
“Mau Minum saja Pengungsi Dimintai menunjukan KTP dan KK. Masa kalau mau ambil air mineral saja harus menyetor KTP atau kartu KK,” ujar salah satu pengungsi di tempat penyaluran bantuan, Kamis (11/10) di gudang bantuan PT. Surya Timur Sarana Abadi yang berada di Bandara Sis Al Jufry, Palu.

Pengungsi menyebutkan, untuk meminta air mineral kemasan gelas dia diwajibkan menyetor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) , atau surat keterangan lainnya.

Menurut pengungsi seharusnya petugas bisa berlaku adil atau melihat kondisi ini dengan kaca mata kemanusiaan, bukan cara atau sistem birokrasi berbelit-belit.

“Kami harap pemerintahan atau petugas melihat kami sebagai pengungsi bukan sebagai pengemis atau apa, kita butuh masih mau hidup pak,” ungkap para pengungsi.

Kita tak mengerti dengan kebijakan dan aturan pemerintah ini.

Ia pun mempertanyakan soal kata tanggap darurat yang kerap digaungkan oleh pihak pemerintah.

efrizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *