Caleg PDI-P Dapil Banten Penuhi Panggilan Bawaslu

oleh

MITRAPOL, Banten – Setelah sebelumnya menyatakan bakal siap untuk menghadapi laporan Tim Advokasi Masyarakat Pendukung Prabowo-Sandi atau Tampung Padi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kemarin, H.Agus R Wisas kader partai PDI Perjuangan juga sebagai calon legislatif DPRD Provinsi banten telah koperatif “gentleman” penuhi panggilan dari pihak Bawaslu, Rabu (10/10).

“Saya datang tepat waktu,” ujarnya H Agus.

Pemanggilan H.Agus R Wisas merupakan tindak lanjut atas laporan Ferry Renaldi selaku ketua koordinator Tim Advokasi Masyarakat Pendukung Prabowo-Sandi atau Tampung Padi ke bawaslu provinsi banten pada tanggal 27 september lalu.

Ferry menilai bahwa pernyataan terlapor AW, (Kades yang tidak mendukung Jokowi itu kufur nikmat)dianggap merupakan sebuah pelanggaran.

Diketahui pernyataan tersebut disampaikan dihadapan para Aliansi saat AW mengisi pidato dalam acara deklarasi relawan pendukung Jokowi-Maruf Amin beberapa waktu lalu.

Atas adanya laporan tersebut tidak sedikit yang mengira bahwa langkah tersebut tidak subjektif dan menilai bahwa ucapan Agus R Wisas bukan semata-mata mengkafirkan manusia melainkan seruan agar jangan mengkufuri nikmat atas prestasi pemerintahan era jokowi-JK seperti Dana Desa (DD),RASTRA,PTSL dan program lainnya.

Sementara itu, Odong Hudori selaku ketua Bawaslu Lebak menyatakan jika pihaknya memanggil AW sebagai pihak terlapor atas aduan dari pihak pelapor. Berdasarkan peraturan terkait laporan indikasi adanya pelanggaran pemilu,Bawaslu memiliki waktu selama 14 hari kerja untuk menangani.

“Secepatnya kita kaji dan akan diputuskan dengan pimpinan bawaslu setelah ada klarifikasi terlapor melalui rapat pleno dan nanti secepatnya kami sampaikan,” terangnya.

Menurut Agus R Wisas, bahwa pernyataan tersebut untuk mengajak masyarakat Lebak agar mensyukuri nikmat atas kesuksesan pemerintah dalam merealisasikan pembangunan melalui dana desa yang baru ada diera Jokowi.

“Yang dipersoalkan pelapor masalah pidato soal kades padahal dalam acara dekalarasi tidak ada kepala desa. Saya sudah klarifikasi dari 16 pertanyaan dan selanjutnya saya serahkan kepada Bawaslu,” pungkasnya

Sejak awal H.Agus R Wisas yang secara tegas menyatakan siap sepenuh hati menghadapi laporan tersebut bukanlah merupakan sebuah tantangan melainkan sikap dirinya untuk menghormati pihak pelapor dan bentuk tanggung jawab atas apa yang telah diucapkan serta meyakini bahwa itu bukan sebuah pelanggaran.

Ubay sobang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *