Dharmasraya Sarang Prostitusi ? Cafe Remang-Remang Menjamur Di Dharmasraya

oleh

MITRAPOL, Dharmasraya – Daerah perbatasan Dharmasraya dengan daerah Kabupaten Sijunjung, tepatnya Kecamatan Pulau Punjung daerah Seikambut, Sialang mulai Kilometer 5 sampai Kilometer 11 daerah Sialang Dharmasraya menjamur cafe warung remang-remang.

Salah satu Warga Nagari Sungai Kambut yang enggan disebutkan namanya mengatakan “Dari dulu memang sudah begini pak, dan hal ini walaupun dimuat di media tetap tidak mempan”.

“Bapak lihat sendiri dibelakang rumah dinas Bupati Dharmasraya (jalan baru) sampai ke Kilometer sebelas berjejer bangunan yang dihuni oleh wanita-wanita yang berpakaian seksi.” Tambahnya.

Memang sih pak tidak ada tindakan prostitusinya ditempat, tapi setidaknya dengan lampu kelap-kelip serta dentuman musik yang sangat keras serta sapaan wanita-wanita seksi menyambut para tamu yang datang dan mengajak masuk untuk menikmati musik serta suguhan minuman seperti bir hitam dan putih, juga diprediksi sarat dengan peredaran narkoba, “Jelas warga ini.

Ketika kami tanya adakah tindakan dari aparat daerah ini ? “kalau tindakan aparat bapak lihat sendiri nanti ketika malam mulai turun berkisar sekitar jam 11.00 Wib malam sampai subuh pasti ada saja mobil-mobil patroli dengan menghidupkan lampu rotarinya datang dan menunggu storan pak,” tambahnya.

“Setelah petugas cafe datang dan memberi uang buat storan yang jumlahnya kita tak lihat dan tak mengetahuinya,mobil itu pergi berpindah ke cafe remang-remang lainnya pak”. jelasnya lagi.

Kami coba mengorek keterangan dari salah satu wanita disini, sebut saja melati yang pengakuannya berasal dari daerah Karawang Jawa Barat,”Disini mah kita tak jual diri mas, hanya menemani tamu yang minum, kalau ada tamu yang ngajak keluar bos tidak kasih kok”. jawabnya polos.

“Berapa bayarannya ? “Wah itu tergantung pintar-pintar kita sama tamu mas, termasuk kalau mau keluar sama tamu ke hotel itu pintar-pintar kita sama bos,” jawabnya dengan senyum genit.

Melati menyebut rata-rata mereka yang bekerja di cafe remang-remang ini rata-rata orang dari luar daerah Sumbar, tapi ada juga yang dari Sumbar pak.” terangnya.

Dharmasraya Kabupaten dengan bupati termuda se Indonesia, yang di sebut Petro Dollarnya Sumatera Barat sepertinya menjadi imej dan harapan bagi para wanita-wanita dari luar daerah ini untuk meraup pundi-pundi rupiah dengan cara menemani tamu menenggak minuman berakohol sambil mendengarkan dentuman musik yang keras.

Akankah Dharmasraya dibuat menjadi daerah bebas adat serta tak lagi menghiraukan keberadaan Ninik Mamak dalam Nagari…?, kita tunggu saja kelanjutannya.

 

 

Efrizal

2 thoughts on “Dharmasraya Sarang Prostitusi ? Cafe Remang-Remang Menjamur Di Dharmasraya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *