Karang Taruna dan Pelajar Menyatakan Sikap “Tolak LGBT di Garut”

MITRAPOL, Garut – Ratusan orang yang tergabung dalam Pemuda Karang Taruna dan pelajar menyambangi kantor DPRD Kab. Garut untuk menyampaikan aspirasi mereka atas adanya isu LGBT di Garut. Jum’at, (12/10)

Beberapa hari terakhir ini Kabupaten Garut yang terkenal dengan julukan Kota Dodol, sedang di gegerkan dengan isu LGBT (Lesbian, Gay, Besiksual, Transgender) yang merambah usia tingkat SMP/SMA/sederajat di sebuah grup Facebook yaitu dengan beranggotakan lebih dari 2000 akun pribadi.

Kejadian tersebut sangat meresahkan tidak hanya dikalangan orang tua tetapi sudah menjadi masalah bersama mulai dari elemen masyarakat maupun stakeholder yang ada di Kab.Garut.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh KPA Kab.Garut jumlah Gay (Penyuka sesama laki-laki) berjumlah 3.300 orang dari sejumlah itu dilaporkan 40 orang sudah terjangkit HIV. Masyarakat Garut yang notabenenya mayoritas umat Islam tentunya sangat menolak keberadaan penyakit LGBT dimanapun berada.

Islam adalah agama yang selaras dengan Fitrah kemanusiaan dan menempatkan perlindungan terhadap keturunan (Hifzhun Nasl) yaitu melalui lembaga pernikahan antara laki -laki dan perempuan.

Dari masalah diatas gabungan Pemuda dan Pelajar Garut menyatakan Sikap :

1. Mendesak DPRD Kabupaten Garut beserta Bupati dan Wakil Bupati Garut untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) khusus terkait LGBT dan penyakit masyarakat lainnya.

2. Mendesak Bupati Garut untuk menyediakan sarana rehabilitasi Pelaku LGBT

3. Mendesak Kapolres Garut supaya menerbitkan surat edaran kepada pemilik kosan untuk melakukan pengawasan secara ketat.

4. Mendesak Aparat Keamanan untuk menindak, menertibkan dan menutup tempat-tempat yang terindikasi menjadi sarana perkumpulan komunitas serta aktivitas LGBT seperti warung remang-remang, tempat hiburan dan sebagainya.

5. Mendesak Dinas pendidikan untuk mewajibkan di sekolah binaanya mengadakan program pembinaan keagamaan khusus di luar jam pelajaran.

6. Mendesak Kominfo untuk mengawasi, memperketat dan memblokir konten LGBT yang beredar di Media Sosial.

7. Mendesak MUI Garut untuk menerbitkan Fatwa MUI tentang Bahaya LGBT lalu mensosialisasikannya kepada Masyarakat luas.

8. mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalan mencegah perbuatan LGBT dan perbuatan maksiat lainnya.

 

 

Joel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.