Sebanyak 11 daerah di Sumatera Barat dilanda bencana banjir dan tanah longsor

MITRAPOL, Padang – Curah hujan dan angin kencang yang melanda Sumatera Barat beberapa hari belakangan ini telah mengakibatkan terjadi musibah di beberapa daerah.

Ada 11 daerah yang cukup parah yaitu, Kabupayen,Tanah Datar, Limapuluh Kota, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Sijunjung, Solok dan Sawahlunto.

Akibat kejadian ini, 6 orang dilaporkan tewas dan 8 lainnya mengalami luka luka, sementara itu empat lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, ribuan rumah terendam dan sejumlah fasilitas umum rusak. Longsor juga memutus jalur darat antardaerah. Hingga kini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Rahman lewat keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/18), penanganan di sejumlah titik terus dilakukan untuk menyelamatkan para korban dan masyarakat yang terdampak musibah.

Di wilayah Pesisir Selatan, curah hujan tinggi menyebabkan munculnya genangan air setinggi 40-50 cm di Kecamatan Lengayang, Koto Rawang pada Kamis (11/10/18) . Banjir juga terjadi Aia Kulam Nagari Kambang dan Kecamatan Bayang di Lubuk Kumpai.

Di wilayah ini juga ada pohon tumbang di dua lokasi yaitu Perumnas Painan Timur dan Kecamatan IV Jurai. Selain itu terjadi bencana longsor di Batu Tembak menuju Kabupaten Batang Kapas.

Di Kepulauan Mentawai, juga terjadi tanah longsor di Kecamatan Sipora Utara Desa Goso Oinan. Kejadian ini menyebabkan tertutupnya akses jalan dan terganggunya aktivitas masyarakat.

Di Kabupaten Limapuluh Kota terjadi banjir di Jorong Lompek Nagari Halaban Kecamatan Lareh Sago Halaban. Banjir menyebabkan tiga ekor kerbau hanyut dan 0,25 hektare sawah terendam. Jorong Kampung Dalam Nagari Limbanang Kecamatan Suliki juga banjir, dua unit rumah terendam.

Di kabupaten Limapuluh Kota juga terjadi longsor di Jalan Nagari Sungai Naniang, Kecamatan Bukik Barisan.

Di Kabupaten Agam, banjir merendam 10 unit rumah di Jorong Puduan, Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari. Longsor juga terdapat di daerah Jorong Pasa Bawan hingga menyebabkan akses jalan tertutup.

Di Kabupaten Pasaman, banjir terjadi cukup parah. Di daerah ini banjir mencapai ketinggian 50 sampai dengan 100 cm. Ada hampir 100 unit rumah terendam banjir.

Di Kabupaten Tanah Datar, curah hujan tinggi menyebabkan jembatan terendam dan tak bisa dilalui kendaraan. Banjir ini juga merendam satu unit rumah dan kedai.

Sementara di Kabupaten Pasaman Barat, banjir dan longsor terjadi di 3 titik. Sebanyak 30 rumah terendam banjir , serta di perkirakan masih ada daerah daerah serta korban yang masih terjebak banjir serta tanah longsor.

 

 

Efrizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.