Kepolisian Sosialisasi Bahaya Narkoba di Pembukaan Pesantren Kilat Se-Kecamatan Cipayung

MITRAPOL, Jakarta – Kapolsek Cipayung H Darmo Suhartono menghadiri pembukaan Pesantren kilat dan Mabit SMP, MTS, SMA, SMK se-Kecamatan Cipayung, di Masjid SMA Negri 113 Lubang Buaya Kecamatan Cipayung Jakarta Timur, Sabtu (13/10) pukul 09.00 WIB.

Kepolisian Sosialisasi Bahaya Narkoba di Pembukaan Pesantren Kilat Se-Kecamatan Cipayung1

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama dari Camat Cipayung dan Kapolsek Cipayung serta panitia.

Dalam acara tersebut sekaligus diadakan sosialisasi bahaya mengkonsumsi narkoba, yang disampaikan IPTU Hj Rosdiana Ramli dan IPU Ahmad Rivai.

Kepolisian Sosialisasi Bahaya Narkoba di Pembukaan Pesantren Kilat Se-Kecamatan Cipayung3

Sekretaris Kecamatan Cipayung, Mamat, mewakili camat dalam ucapanya, Permohonan maaf dari Camat Cipayung tidak bisa hadir karena sedang berada dibandara, lagi mendampingi Walikota. “Saya ucapkan terima kasih acara ini bisa terselenggara dengan lancar sehingga kegiatan yang pertama kali di Kecamatan Cipayung terlaksana. Sehingga hal – hal negatif berupa rokok, miras maupun narkoba semoga potensi – potensi itu, tidak ada lagi di wilayah kita,” tandas Mamat.

Kepolisian Sosialisasi Bahaya Narkoba di Pembukaan Pesantren Kilat Se-Kecamatan Cipayung4

Kapolsek Cipayung H Darmo Suhartono  dalam sambutanya berkesempatan membahas masalah kenakalan remaja yang saat ini di Indonesia dalam keadaan darurat narkoba.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini saya diberikan kesempatan dalam membahas masalah kenakalan remaja. Indonesia saat ini sedang mengalami gawat narkoba dan saya pernah menjadi kanit lidik Polres Metro Bekasi serta kanit Reskrim yang mengatasi masalah narkoba,” ujar Kapolsek.

“Saya pernah memeriksa kasus narkoba yang pelakunya berusia 58 tahun dan akhirnya melakukan bunuh diri di rutan. Awalnya narkoba ditawarkan kepada adik – adik secara gratis. Maka dari itu agar adik – adik sangat berhati – hati apabila ada orang yang memberikan permen atau rokok, dimungkinkan terkandung narkoba,” tambah Kapolsek Cipayung.

Sebelumnya, lanjut Darmo,  saya pernah berdinas di Polsek Metro Penjaringan, disitu banyak terdapat warga yang tinggal di kolong jembatan, dari segi pendidikan kurang, banyak pelaku tertangkap dan beralasan untuk beli narkoba. “Kita jangan coba – coba menggunakan narkoba, setelah menjadi pecandu maka untuk sembuh akan sulit. Tentang kenakalan remaja dimana akhir – akhir ini banyak sekali pelajar yang melakukan tawuran, serta juga terdapat tawuran dari kelompok remaja,” tandasnya.

“Mari kita dukung tim kita bertanding dengan hal – hal yang positif sehingga menjadi tim favorit. Apabila adik – adik terlibat tawuran maupun tindak pidana yang mengakibatkan cacat atau meninggal dunia akan diproses secara hukum yang berlaku, serta dilakukan pembinaan, dan hal tersebut mengakibatkan adik – adik dikeluarkan dari sekolah,” katanya.

Masih dalam kesempatan tersebut, Kapolsek mengingatkan tentang pemberitaan bohong atau hoaks.

“Apabila adik – adik menerima berita dari orang lain, maka kita harus mencari tahu lebih dulu kebenarannya sebelum disebarluaskan, gunakan media soial dengan bijak.
Jangan kita menyebarluaskan ghibah maupun fitnah kepada orang lain. Semoga pemuda kita menjadi orang besar di Republik Indonesia ini,” pungkasnya.

muklis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.