Kondisi Salah Satu Gedung SD di Desa Naga Memprihatinkan

  • Whatsapp

MITRAPOL, Karo – Kondisi salah satu  gedung Sekolah Dasar (SD) yang terletak di Desa Juhar, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo sangat memprihatinkan dengan keadaan gedung yang hanya apa adanya.

Keadaan fisik gedung yang sudah sangat rusak dan dalam keadaan atap yang bocor ditambah lagi perlengkapan belajar seperti meja dan kursi banyak yang sudah patah dan tidak layak digunakan lagi.

Menurut keterangan guru satu-satunya yang mengajar di SD tersebut yaitu Br Karo kepada Mitrapol bahwa dirinya selama ini bingung dengan status sekolah tempat ia mengajar, karena selama ini sekolah tersebut tidak pernah mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Saya bingung dengan keadaan status sekolah ini, karena kami tidak pernah mendapatkan dana BOS dan saya sendiri sebagai pengajar di sekolah inipun tidak pernah mendapatkan gaji dan ketika saya pertanyakan kepada koordinator sekolah SD Kecamatan Juhar, Sembiring, mengatakan kepada saya bahwa SD di Desa Naga ini belum pernah terdaftar, jadi jika ada murid yang tidak mau bayar uang sekolah suruh saja sekolah ke sekolah SD Desa Katawaren yang bersebelahan dengan Desa Naga, begitu keterangan Koordinator Sekolah SD di kecamatan Juhar,” keluhnya.

Kembali kami mempertanyakan tentang bantuan bantuan Pemerintah yang pernah di terima oleh para murit ataupun sekolah tersebut, dengan tegas ibu guru ini mengatakan tidak pernah menerima bantuan berbentuk apapun dari Pemerintah kecuali buku buku bekas dari SD yang bersebelahan Desa dengan Desa Naga yaitu Desa Ketawaren. Kembali kami minta penjelasan tentang kemungkinan SD Desa Naga tersebut adalah merupakan kemungkinan cabang dari SD Desa Ketawaren, namun Ibu guru ini mengatakan bahwa SD Desa Naga berdiri sendiri, namun alasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karo tidak memberikan bantuan adalah bahwa SD Desa Naga ini belum terdaftar dan belum mempunyai nomor, belum mempunyai surat tanah juga, sedangkan SD ini sudah berdiri 6 tahun lamanya dan saya sendiripun tidak punya gaji dari pemerintah.

“Saya hanya mendapatkan sumbangan dari para murid dan saya sudah pernah mempertanyakan kepada koordinator sekolah di Kecamatan Juhar, namun bapak sembiring mengatakan bahwa saya tidak bisa mendapatkannya karena saya bukan tamatan sarjana tetapi karena saya adalah putri daerah ini dan ini adalah Desa saya maka saya bertahan untuk terus mengabdi untuk pendidikan anak anak di Desa ini mulai dari pagi sampai sore setiap hari sekolah agar para generasi Bangsa yang ada di Desa saya ini tidak bodoh nantinya,” tandasnya.

“Sebagaimana yang kami alami saat ini, dimana Sekolah Sebesar ini masih juga tidak mampu kita perjuangkan hanya sekedar membuat nomor dan mendaftarkannya sehingga jelas status sekolah ini dan besar Harapan kami agar Pemerintahan Kabupaten Karo, khususnya Dinas Pendidikan Karo dapat memperhatikan Sekolah Kami ini beserta anak didik kami di sini, untuk mendapatkan keadilan sesuai dengab Undang-Undang 1945 tentang Hak atas anak bangsa mendapatkan pendidikan yang layak,” tambahnya.

Rinaldi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *