Terkait Penataan PKL, P2UP Unjuk Rasa

MITRAPOL, Kota Metro – Aliansi Forum Kota Metro Bersama Paguyuban Pedagang dan Usaha Permainan (P2UP) Taman Merdeka Kota Metro melakukan unjuk rada di depan Kantor Pemda dan Kantor DPRD Kota Metro, Rabu (17/10).
Masa yang berjumlah 200 orang bergerak sejak pukul 09.00 wib mendatangi kantor walikota dengan berjalan kaki dan membawa spanduk bertuliskan tuntutan.

Namun tidak satupun perwakilan pemkot menemui para pengunjuk rasa.

Setelah melakukan orasi di depan kantor walikota selanjutnya mereka melanjutkan ke kantor DPRD, namun sayang semua anggota DPRD sedang melakukan kunjungan kerja ditemui Sekwan Kota Metro.

Pengunjuk rasa tersebut terkait dengan beberapa tuntutan antara lain mengenai tatakota pedagang kaki lima yang ada di taman merdeka Kota Metro.

Pada tuntutannya, Pendemo melalui bendahara P2UP Meminta agar pemerintah menunda pelaksanaan perda no. 9 tahun 2017.Koordinator aksi Yudha mengatakan ” kami mengajukan 6 tuntutan kepada pemerintah ”
Point penting usulan kami :

1. Executive Review terkait hak amandemen DPRD tentang Perda No. 09 Tahun 2017 ( Ketertiban Umum, Kebersihan dan Keindahan).

2. Keluarkan rekomendasi izin sementara pedagang di taman merdeka (P2UP) sambil menunggu putusan permohonan hak uji materil dengan juducial review di mahkamah agung.

3. Buatkan rekomendasi ke walikota agar menunda pelaksanaan Perda No. 09 tahun 2017, karena mengalami masalah yuridis atau bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi.

4. Pemerintah (walikota/DPRD beserta stakeholder) harus taat dan tunduk pada undang-undang no. 12 tahun 2011 tentang perubahan peraturan undang-undang.

5. Naskah akademik dalam Perda No 09 Tahun 2017 , harus spesifik dengan Basic ilmu hukum bukan dengan ilmu sosial dan politik.

6. Pengamanan oleh Polisi Pamong Praja kepada pedagang (pasal 43) yang seharusnya hanya pendataan (PP No. 16 Tahun 2018). Tindakan Pol PP adalah illegal, bertentangan dengan pasal 5 dan 4 Perda itu sendiri.” Ujar tomi nurohman Koor. Agitasi dan Propaganda.

Pemerintah kota Metro telah menyediakan lokasi yang baru ” Nuwo Intan ” untuk menampung mereka. Namun sepinya pengunjung membuat para pedagang meninggalkan lokasi tersebut dan penghasilan menurun drastis.

Selesai berorasi para pendemo membubarkan diri pafa pukul 13.00 wib.

Muktaridi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.