Dibangun Kemendes, Pabrik Kakao Hampir Setahun Tidak Difungsikan

MITRAPOL, Nunukan – Mardin, Kepala Desa Sei Lemo menyesalkan pembangunan pabrik kakao/cokelat yang dibangun oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada 2017 lalu. Terlihat bangunan dan peralatan, serta mesinnya tidak difungsikan, terkesan dibiarkan.

Mardin menilai, keberadaan pabrik kakao tersebut terkesan mubazir, ditambah lagi tidak pernah berkontribusi ke pihak desa. Padahal lokasi pabrik berada di desanya.

Mardin mengaku, lokasi yang kini menjadi pabrik kakao adalah milik pribadinya. “Saya hibahkan untuk kemajuan daerah Sei Lemo Sebatik dan Kabupaten Nunukan. Tapi saya bersama masyarakat petani cokelat tidak setuju apabila pabrik itu tidak difungsikan hampir setahun lebih,” ujar Mardin.

Ia sendiri mengaku tidak mengetahui siapa yang mengelola dan siapa yang bertanggung jawab atas pabrik tersebut. “Saya mempertanyakan pabrik itu tidak Jelas siapa pengelolaannya dan siapa yang bertanggungjawab. Bayangkan saja, saat dibangun tidak mengunakan papan plang sumber anggarannya berapa anggarannya. Di desa saja membangun Rp25 juta harus mengunakan papan plang pembangunan jumlah anggaran dan sumber anggaran,” curhatnya.

Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.