Pesepak Bola Rusuh, Wasit Dikeroyok Pemain

MITRAPOL, Sijunjung – Insiden memalukan terjadi di laga leg 2 Liga 3 PSSI Regional Sumatera, antara Solok FC versus PSDS di Stadion M Yamin Muaro Sijunjung, Sabtu (20/10).

Tidak terima timnya dihukum pinalti, para pemain dan offisial PSDS Deli Serdang mengeroyok wasit. Saat laga memasuki menit ke-87 dalam kondisi imbang, 0-0. Hasilnya, tim yang berhak melaju ke babak 32 besar Liga 3 Nasional, menunggu keputusan PSSI. Sebelumnya, pada leg 1 di kandang PSDS, di Stadion Baharudin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut, skor juga berakhir 0-0.

Laga Solok FC versus PSDS Deli Serdang di Stadion M Yamin, Muaro Sijunjung, Sabtu (20/10) berlangsung keras sejak awal laga. Para pemain kedua kesebelasan menampilkan permainan keras dan rentetan pelanggaran terjadi di sepanjang laga. Hasil imbang tanpa gol di kandang PSDS, memaksa kedua tim bermain ngotot. Sebab, tim yang memenangkan laga, berhak lolos ke babak selanjutnya.

Memasuki menit-menit akhir, tiba-tiba laga terhenti saat wasit Roissudin asal Jakarta Barat, memberikan hadiah pinalti untuk Solok FC pada menit ke-87. Pinalti diberikan setelah pemain belakang PSDS Jerry Rosi Sahputra Purba dinilai melakukan pelanggaran terhadap Sahrul Akmal di kotak terlarang.

Tidak terima dengan hukuman 12 pas tersebut, para pemain PSDS Deli Serdang melakukan protes. Bahkan protes tersebut berujung tindakan anarkis dengan melakukan kekerasan fisik terhadap wasit. “Kiper PSDS, Putra Aziz Irawan menanduk wasit Roissudin hingga terkapar di lapangan. Tidak hanya menanduk, Putra Aziz Irawan juga dua kali melayangkan tendangan “kungfu” yang mengenai wasit asal Jakarta Barat tersebut. Tindakan Putra Aziz juga diikuti para pemain dan offisial PSDS lainnya. Alhasil, wasit Roissudin menjadi bulan-bulanan.

Tindakan kekerasan tersebut baru berakhir saat panitia dan aparat keamanan yang terdiri dari personel Polres Sijunjung dan Kodim 0310/SSD mengamankan lapangan. Meski sudah dilerai, para pemain PSDS Deli Serdang justru melakukan provokasi ke penonton yang memenuhi Tribun Utama Stadion M Yamin Sijunjung. Akibatnya, lemparan botol plastik air mineral menghujani tepi lapangan dan bench PSDS. Setelah keributan mereda, panitia pertandingan kemudian berniat melanjutkan laga. Namun, kubu PSDS tidak mau melanjutkan laga, jika pinalti tetap diberikan ke Solok FC.

Akhirnya, laga yang tersisa 3 menit di waktu normal tersebut, tidak dilanjutkan. Para pemain kedua tim, kemudian dievakuasi meninggalkan lapangan, setelah para penonton dipersilakan pulang.

Match Commisioner Husni Buaiti Rozak, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan PSDS tersebut merupakan tindakan pemogokan. Husni menegaskan bahwa hasil laga dan insiden tersebut akan dilaporkan ke PSSI. Mengenai hasil laga dan siapa yang berhak lolos ke babak 32 besar Liga 3 Nasional, Husni menegaskan hal ini tergantung keputusan dari PSSI.

“Ini merupakan pemogokan. Karena PSDS tidak mau melanjutkan pertandingan di menit ke-87. Kita akan melaporkan bahwa laga berlangsung hingga menit ke-87 dan PSDS tidak mau melanjutkan laga. Siapa pemenang laga dan tim yang berhak lolos ke babak selanjutnya, tergantung keputusan PSSI,” ujarnya.

Manajer Solok FC Hendra Faizon menyatakan pihaknya menunggu keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI. Hendra Faizon juga menyatakan bahwa sepanjang laga, PSDS bermain negatif, dengan permainan kasar. Hendra juga menyatakan dirinya, tidak mau mengomentari insiden dan sikap PSDS yang tidak mau melanjutkan pertandingan. “Insiden tersebut antara pemain PSDS dengan wasit.

Apapun keputusan wasit, kita tidak mau berkomentar. Karena itu adalah hak mutlak wasit sebagai pengadil di lapangan, Jadi kita tunggu saja hasil investigasi Komisi Disiplin PSSI dan laporan lengkap pertandingan beberapa hari lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer PSDS Deli Serdang, Juniman, menegaskan pihaknya tidak mundur dari pertandingan. Tapi, dirinya menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima dengan keputusan wasit.

efrizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.