Netty Tetap Peduli Wilayah di Akhir Masa Jabatan

MITRAPOL, Jakarta – Kapolsek Sunda Kelapa Kompol Netty Rosdiana Siagian SH. MM memprakarsai deklarasi kampanye damai tingkat Kelurahan di wilayah padat penduduk Muara Angke, Kelurahan Pluit Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, mendapat perhatian khusus di pelaksanaan Pemilu 2019 nanti.

Pasalnya di wilayah Pesisir Utara tersebut hak pemilihnya kurang lebih 10.000 yang menggunakan hak suaranya dan Tempat Pemungutan Suaranya (TPS) berdekatan.

Kapolsek Sunda Kelapa Kompol Netty Rosdiana Siagian mengatakan, bahwa di daerah Muara Angke ini ada 40 TPS yang sangat berdekatan. Ada beberapa titik di wilayah Muara Angke Penjaringan ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus selama kampanye Pemilu 2019 ini. Salah satunya wilayah Rusun Budha Tzu Chi yang berletak di pinggir pelabuhan Muara Angke, yang memang penduduknya sangat padat.

“Ada beberapa titik yang perlu diwaspadai seperti daerah Muara Angke ini. di sini pemilihnya banyak dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berdekatan, jadi rawan gesekan,” kata Kapolsek Sunda Kelapa Netty. Minggu (20/10).

Menyikapi hal tersebut, petugas keamanan dari Polsek Sunda Kelapa dan Koramil 02/Penjaringan akan ditambah jumlah personilnya. Sehingga kemungkinan timbulnya gesekan bisa diredam sedini mungkin,” tuturnya.

Kapolsek pelabuhan Sunda Kelapa Kompol Netty Rosdiana Siagian, di Akir jabatannya menjadi kapolsek sunda kelapa, tapi masih tetap gigih memikirkan wilayah yang menjadi tanggung jawab masalah keamanan dalam pelaksanaan pemilu 2019 nanti.

“Kompol Netty diakhir jabatannya berpesan kepada anggotanya, Bahwa semua anggota harus selalu solid untuk melaksanakan tugas, dan harus mematuhi siapa saja yang menjadi pimpinan. Jadi saya harap teman – teman di Polsek Sunda Kelapa bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. di ibaratkan mutiara itu mau ditaruh dimanapun tetap mutiara, tidak mungkin berobah menjadi tembaga. makanya kita harus ikhlas dalam melaksanakan tugas,” ujar Netty Rosdiana Siagian.

Ketua KPU Jakarta Utara A. Bahder menjelaskan, bahwa acara deklarasi damai kali ini di prakasai kapolsek Sunda Kelapa pelaksanaannya, jadi tidak hanya di Sunda Kelapa dan tidak hanya di kapolsek tapi di tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan itu mereka laksanakan seperti tadi pagi untuk tingkat kecamatan di Jakarta Utara selesai tadi, beberapa waktu lalu dan 2 hari yang lalu di kelurahan Sunter Agung juga di laksanakan, hari ini kapolsek Sunda Kelapa lalu nanti juga akan ada beberapa kelurahan lain yang akan menyusul.

Soal waktu pelaksanaan kampanye sampai dengan 13 April, maka ini mengalir saja tidak di jadwalkan secara khusus tapi tergantung masing masing yang pegang wilayah.

Ia berharap momentum deklarasi kampanye damai ini menjadi penting dan strategis untuk seluruh masyarakat, seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah Muara Angke, atau di kelurahan Pluit, pada umumnya di Jakarta Utara.

Momentum deklarasi damai ini, membangun peneguhan kembali komitmen masyarakat, komitmen memilih peserta pemilih termasuk penyelenggara untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang undangan terkait dengan penyelenggaraan pemilu lebih khusus kepada kampanye. Larangan – larangan kampanye, aturan main kampanye itu yang perlu di teguhkan kembali pada seluruh masyarakat untuk menjadi komitmen bersama.

“Bahwa tempat yang tidak boleh di pasang alat praga kampanye yaitu , tempat ibadah, tempat pendidikan, jembatan penyebrangan orang (jpo),Gedung kepemerintahan, juga Jl.Protokol. itulah tempat-tempat yang tidak boleh di pasang alat praga kampanye,” pungkasnya.

Muklis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.