Anis Baswedan Disodorkan Dua Pilihan Antara Buruh dan Pengusaha

HARI BURUH. Sejumlah buruh melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi DI Yogyakarta, Selasa (1/5/2012). Dalam aksi yang diikuti oleh ratusan buruh darui berbagai aliansi tersebut dalam rangka memperingati hari buruh dan menuntut untuk peningkatan kesejahteraaan bagi kaum buruh. Tribun Jogja / Hasan Sakri Ghozali

MITRAPOL, Jakarta – Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyampaikan ada tiga angka kenaikan UMP 2019 yang telah diusulkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab, setelah rapat Dewan Pengupahan, pihaknya belum dapat menetapkan satu angka kenaikan.

Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 DKI Jakarta diketahui akan mengalami kenaikan. Namun sebelum mengumumkan, Pemprov DKI Jakarta harus mengadakan sidang dengan Dewan Pengupahan untuk mengambil kesimpulan.

“Sidang menyepakati 3 besaran angka kenaikan UMP 2019 kepada Gubernur, untuk selanjutnya Gubernur dengan segala kewenangan dan peraturan yang ada menetapkan besaran kenaikan UMP 2019 dari 3 angka yang direkomendasikan Dewan Pengupahan,” ujar Sarman melalui keterangannya, Kamis (25/10).

Sesuai keputusan sidang, tiga angka usulan kenaikan tersebut merupakan dari pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah. Pertama, para pengusaha mengusulkan kenaikan UMP Rp 3.830.436. Diketahui, angka tersebut di bawah ketentuan kenaikan UMP 2019 Pemerintah (8,03 persen).

Seperti yang disampaikan Sarman beberapa hari yang lalu, pengusaha mengusulkan kenaikan 5 persen dari UMP 2018 Rp 3,6 juta. Sementara, para serikat pekerja mengusulkan kenaikan sebesar Rp 4.373.820.

Menurutnya, serikat pekerja telah memantau angka ini berdasarkan survei kebutuhan hidup layak (KHL) ditambah kenaikan UMP berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2018 sebesar 8,03 persen yaitu Rp 4.221.834.

Kemudian ditambah lagi kompensasi kenaikan BBM 3,6 persen, maka besaran kenaikan UMP 2019 yang diajukan unsur serikat pekerja Rp 4.373.820,02.

Berikutnya, usulan kenaikan dari pihak Pemprov DKI sebesar Rp 3.940.973,06. Angka ini sudah ditelaah dari aturan aturan pemerintah pusat yang mengatur presentase kenaikan UMP sebesar 8,03 persen pada 2019.

“Ketiga angka tersebut ditandatangani seluruh anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dalam lembaran berita acara untuk selanjutnya di serahkan ke Gubernur menjadi rekomendasi resmi Dewan Pengupahan,” tandasnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Anies menjanjikan akan mengumumkan kenaikan UMP 2019 pada Jumat (26/10). Namun, menurut aturan penetapan paling lambat harus diumumkan, Sabtu (1/11) nanti.

red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.