Lewat Konser, Grup Slank Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

MITRAPOL, Jakarta – Slank beserta musisi seperti Monita Tahalea, Jogja Hiphop Foundation, Navicula dan Prita Laura mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam gerakan “Laut Bukan Tempat Sampah”

Grup band Slank dan sederet musisi tanah air bakal menyuarakan sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli pada lingkungan lewat konser. Acara yang diberi tajuk ‘Konser Menghadap Laut’ ini dilangsungkan bertepatan dengan momentum diadakannya Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Bali pada awal pekan depan.

“Konser Menghadap Laut ini digelar karena ada OOC di Bali. Pengennya dengan banyak menteri seluruh dunia yang kumpul di Bali, kami memberi suguhan dengan level kepedulian yang sama,” kata Kaka, vokalis Slank, dalam jumpa pers yang dilangsungkan di kawasan Kuningan Jakarta, Kamis (25/10).

Lebih lanjut, Kaka pun berharap ia bersama musisi yang lain dapat mengubah pandangan akan konser dengan banyaknya penonton yang datang, semakin banyak sampah yang ditinggalkan.

“Saya ingin mengubah pandangan itu. Ini PR juga untuk Slank, bagaimana di konser mendatang adalah konser yang bersih. Kalau datang bawa sampah, ya itu harus dibawa juga pas pulang,” katanya.

Harapan itu diungkapkan Kaka setelah dia sendiri merasakan kekecewaan sekaligus miris selama menjalani hobi menyelamnya. Ia mengaku kerap menemukan banyak sampah di laut.

Oleh karenanya, ia ingin masyarakat lebih peduli lagi terhadap lingkungan dengan tak lagi membuang sampah sembarangan.

“Sampah itu tidak melulu dibuat sama mereka yang berada di laut, tapi juga karena mereka yang membuang sampah di sungai, selokan. Untuk itu, kesadaran ini juga untuk orang-orang di kota. Yang buat laut banyak sampah plastik dan rumah tangga itu karena entengnya buang sampah sembarangan,” katanya.

Menurut salah satu penggagas gerakan Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, konser ini nantinya akan bebas dari plastik. Namun menurutnya itu bukan perkara mudah karena butuh pengawasan terhadap vendor maupun pengunjung yang datang.

“Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin dan ini sejalan dengan Our Ocean Conference yang kabarnya ada upaya supaya konferensi itu bebas plastik sekali pakai. Jadi air tidak dari botol plastik, tidak akan ada sendok plastik dan sebagainya. Ini akan jadi contoh apa yang kita kerjakan dapat kita tularkan dalam ide yang besar,” ucap dia.

Dirinya kemudian menyebut plastik merupakan masalah besar bagi laut di Indonesia. Sejauh ini ada 150 juta ton sampah plastik di laut. Menurut proyeksi, jika tidak dilakukan intervensi, maka populasi ikan di tahun 2050 akan kalah banyak dibandingkan sampah di lautan.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengurangi sampah plastik di laut adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup di daratan. Yaitu dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai, baik itu plastik kemasan, sedotan, hingga sendok plastik.

Sebanyak 71% luas Indonesia adalah laut dengan lebih dari 17.000 pulau dengan potensi ekonomi mencapai US$ 1,2 triliun per tahun yang dapat menyerap tenaga kerja hingga 40 juta orang. Jika 40 juta orang pekerja tersebut membiayai paling sedikit 2 orang lainnya dari pekerjaan tersebut maka diperkirakan lebih dari 120 juta orang Indonesia akan bergantung pada laut.

Konser Menghadap Laut bakal diadakan di Pantai Pandawa Bali pada 29 Oktober 2018 pukul 15.00 WITA.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.