Kades Kuala Namu Diduga Alergi Wartawan

MITRAPOL, Deliserdang – Kepala Desa merupakan pimpinan tertinggi di Desa yang menjalankan roda pemerintahan bersama-sama dengan rakyatnya, membangun dan menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur serta ikut mendukung program pemerintah pusat yang telah dicanangkan.

Diduga Kepala Desa Kuala Namu kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang merasa alergi terhadap Wartawan selaku Media yang turut serta meningkatkan disiplin serta pembangunan, Sabtu (20/10)

Wartawan selaku yang menyampaikan informasi perkembangan pembangunan serta sebagai sosial kontrol yang bersifat Independen turut serta membangun terciptanya stabilitas dalam informasi.

Ketika awak media berkunjung ke kediamannya, Kades Kuala Namu terkesan tidak mau ditemui dan langsung meninggalkan pergi dengan menggunakan sepeda motornya.

Selain ke kediamannya, di kantornya pun tetap tidak bisa ditemui dengan berbagai alasan.

Mengapa Kepala Desa Kwalanamu selalu menghindar bila berhadapan dengan Wartawan, selain itu pula di hari yang sama seorang warga Kwalanamu ada yang meninggal dunia sungguh sangat mengejutkan selaku kepala desa atau orang yang di tuakan dalam ke masyarakatan tidak datang dalam menghadiri berlangsungkawa pada keluarga yang tertimpa musibah.

Warga desa Kwalanamu berinisial ” IS ” mengatakan ” Kini warga emplasmen Kwalanamu sudah berkurang simpatynya pada pak kades apa lagi dalam pembangunan yang di danai oleh negara benar-benar tidak transfaran kepada masyarakat baik pembangunan desa atau kegiatan lainnya. “Warga benar-benar sangat kecewa apa lagi dalam hal pembangunan jembatan mengapa menggunakan Dana Desa padahal itu jalan milik PU dan juga pembelian mobil Ambulance mengapa mobil bekas yang diambil, bila mobil bekas mengapa harga belinya mencapai 200 juta lebih padahal dana desa tahun 2017 dan 2018 informasinya desa Kwalanamu setiap tahunnya menerima mencapai 1 Milyar lebih namun tidak ada perubahan masih tetap seperti yang dulu , kini kami sedang mencari dan mengumpulkan data bila data yang sudah lengkap maka masyarakat akan melaporkan kecurangan kades pada kejaksaan Negeri serta Kepolisian Polres Deli Serdang, ” ketusnya

Di himbau kepada Menteri Pembangunan Desa RI, Bupati Deli Serdang dan KPK dan Kejaksaan Negeri kiranya dapat memeriksa administrasi dalam hal keuangan dan pembangunan apakah benar-benar dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada, bila yang dilakukan terdapat kecurangan harapan masyarakat semoga dapat di proses secara Undang-undang dan Hukum yang berlaku.

Kepala Desa (KK), Kwalanamu tidak boleh seenaknya menghindar dari konfirmasi wartawan, dan jika itu di lakukan maka bisa di anggap menentang Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan di undang – undangkan pada tanggal 30 April 2008 ,mulai berlaku dua tahun setelah di sahkan dalam UU No14 Th 2008.

Wartawan butuh informasi Untuk menjadikan berita yang seimbang, menindaklanjuti informasi atau laporan masyarakat.

Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional , hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik.

Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik bahwa pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi.

tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.