Tujuh Kepala Suku Papua Datangi Menkopolhukam

oleh

MITRAPOL, Jakarta – Pusat Pengendali Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MAPTP) yang di ketuai Marten Omaleng bersama Anis Natkime dan Titus Natkime perwakilan Yayasan Tuarek sekaligus Pemegang Hak Ulayat atas tanah PT.Freport memberikan kuasa penuh kepada PT.Senopati Mega Nusantara yang dipimpin H.Sunaji untuk menyelesaikan permasalahan besi tua eks PT.Freeport yang selama ini bermasalah dan tidak ada kejelasan secara hukum.

Adapun ke – 7 kepala suku yang tergabung didalam P2MAPTP adalah Kepala suku Amungme, Kepala suku Moni, Kepala suku Mee, Kepala suku Dani, Kepala suku Damal, Kepala suku Nduga, Kepala suku Kamoro.

Agar adanya kepastian hukum untuk penyelesaian besi tua eks PT.Freeport maka PT. Senopati Mega Nusantara didampingi 7 kepala suku mendatangi Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam), Jumat (19/10/18).

Dalam pertemuan dengan pihak Kementrian, P2MAPTP bersama PT. Senopati Mega Nusantara diterima oleh Asisten Deputi Koordinasi Demokrasi dan Organisasi Masyarakat Sipil pada Deputi I/Poldagri Brigjen Pol Drs. Budi Susanto, selaku ketua tim verifikasi besi scrap eks PT.Freeport.

Hadir juga Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) yang di ketuai Nerius Katagame dan Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO) yang di ketuai Marianus Maknaipeku yang juga mengklaim besi tua eks PT.Freeport itu kepunyaan mereka.

Di dalam rapat, Anis Natkime secara tegas mengatakan ” Saya atas nama Yayasan Tuarek dan pemegang hak ulayat memberikan kuasa kepada PT.Senopati pimpinan H.Sunaji untuk menangani penyelesaian besi tua Eks PT. Freeport yang selama ini besi tua diperjual belikan oleh oknum Freeport tanpa melalui proses/aturan ( tanpa membayar pajak ) yang sekarang sudah keluar dari Provinsi Papua dengan melalui pengangkutan mengunakan kapal melalui lautan Arapura dari dermaga Amamapare Papua menuju Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam kesempatan yang sama perwakilan dari Lemasko dan Lemasa juga diberi kesempatan untuk berbicara, masing masing perwakilan mengutarakan hal yang sama bahwa mereka mengakui Yayasan Tuarek lah yang berhak atas hibah besi tua eks PT.Freeport dan menyetujui kepengurusan untuk menyelesaikan masalah tersebut kepada PT. Senopati Mega Nusantara yang hasilnya untuk pembangunan,vpendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (wilayah 7 kepala suku ) yang kena dampak kegiatan PT.Freeport Indonesia.

Dari hasil pertemuan dengan pihak Kementrian Polhukam, disepakati bahwa P2MAPTP bersama Lemasa dan Lemasko menyetujui bahwa besi tua eks PT.Freeport milik Yayasan Tuarek dengan dasar hibah dari PT.Freeport dan Yayasan Tuarek telah memberi Kuasanya kepada PT. Senopati Mega Nusantara. Jadi PT.Senopati adalah satu satunya yang berhak mengurusi atas hibah besi tua eks PT Freeport tersebut.

Diputuskan juga bahwa semua somasi dan perjanjian kepada Lembaga/Perusahan ataupun perorangan yang sebelumnya mendapat mandat untuk pengurusan Besi scrap eks PT. Freeport selama ini masuk ke Menkopolhukam batal demi hukum dan bagi masyarakat Papua yang tidak menghormati proses ini akan diserahkan ke Kepala suku masing-masing dan akan di proses secara hukum.

PT. Senopati memiliki data dokumen besi tua tersebut, “PT.Senopati akan berjalan menyelesaikan semua masalah besi tua dengan baik karena ini menyangkut keamanan negara” ucap H.sunaji.

PT. Senopati menjelaskan bahwa setelah kami mendapatkan surat penunjukan (kuasa) akan segera menjalankan, mengikuti mekanisme hukum yang berlaku, dan menghimbau kepada perusahan-perusahaan maupun perseorangan apabila membeli atau ketitipan/menampung besi tua tersebut melalui jual beli yang barang tersebut belum dihibahkan kami berharap bisa di musyawarahkan, untuk diselesaikan yang nantinya mendapatkan penyelesaian dengan kekuatan hukum yang berlaku .

H.Sunaji kembali menegaskan “apabila ada perusahaan yang selama ini sudah menjalin hubungan dengan pengurusan besi tua Eks PT.Freeport diharapkan agar berkonsultasi dengan PT. Senopati untuk penyelesaian secara baik”.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *