Potensi Kartahutla 2019 Meningkat

oleh

MITRAPOL, Sumsel – Potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) wilayah Sumatera yang dilaksanakan di Sumatera Selatan, Kamis (8/11). Pembahasan mengenai evaluasi pencegahan karhutla di wilayah kerja.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Sub Tata Usaha Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Kurniawati Negara. Turut hadir Kasiosprem Korem 044/GAPO Letkol Inf Andik Siswanto, Tri Prayogi selaku Kepala Daops OKI Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, dan Chaerul Parsaulian sebagai staf program dan evaluasi dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera.

Sejak tahun 2016 hingga sekarang, Kementerian Lingkungan Hidup telah bersinergi bersama TNI-POLRI dan stakeholder lainnya dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya melalui patroli terpadu yang dilaksanakan di wilayah karhutla.

Saat pelaksanaan Asian Games 2018 lalu, pencegahan terhadap karhutla tersebut telah berjalan dengan optimal, dimana tanpa kabut asap dan langit tetap biru. Sehingga berdampak positif pada wilayah yang sukses menggelar event Internasional terbesar yakni Sumatera Selatan.

Kepala Sub Tata Usaha Kebakaran Hutan dan Lahan, Kurniawati Negara saat memberikan pidato kata sambutannya, mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memberikan dampak negatif bagi kelangsungan hidup manusia dan ekologis.

“Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memberikan dampak negatif bagi kelangsungan hidup manusia dan ekologis. Sehingga mengganggu kesehatan makhluk hidup, ”ujarnya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara umum paling banyak terjadi di Provinsi Riau dan Sumatera Selatan. Karena jika diteliti berdasarkan jenis tanah, wilayah tersebut memiliki areal gambut terluas.

“Untuk kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara umum berada di Provinsi Riau yakni sebesar 35,27%. Sedangkan provinsi Sumsel yakni 30,74%”, ungkap staf program dan evaluasi dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Chaerul Parsaulian.

Kasiosprem Korem 044/GAPO Letkol Inf Andik Siswanto mengatakan, dalam menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut, membutuhkan berbagai kegiatan pencegahan yang meliputi sosialisasi kepada masyarakat yang sifatnya pencegahan, patroli mandiri, patroli terpadu. Kegiatan pencegahan tersebut merupakan kunci dari keberhasilan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kegiatan pencegahan meliputi sosialisasi kepada masyarakat, patroli mandiri, patroli terpadu. Untuk tahun 2019, kegiatan pencegahan lebih dioptimalkan. ” pungkasnya.

 

Adri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *