Kapolda Sumsel Lantik Pejabat Utama dan Kasatwil

oleh

MITRAPOL, Sumsel – Polda Sumatera Selatan melaksanakan pelantikan sekaligus serah terima jabatan (sertijab) bagi pejabat utama dan Kasatwil Jajaran Polda Sumsel. Pelantikan dilakukan di Gedung Catur Prasetyo Mapolda Sumatera Selatan, Jumat (9/11).

Mutasi pejabat dan personel dimaksudkan untuk meningkatkan dinamika operasional, manajerial, dan kaderisasi dalam organisasi Kepolisian, serta menjaga eksistensi organisasi dalam penyelenggaraan pembinaan karier personel Polri.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dalam pidato kata sambutannya memberikan ucapan terima kasih kepada pejabat sebelumnya yang telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Kapolda juga berharap dengan pelantikan pejabat dan kasatwil yang baru ini untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

“Ini adalah amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, Untuk kepentingan masyarakat Bangsa dan Negara, “ujarnya.

Adapun nama-nama Pejabat dan Kasatwil Jajaran Polda Sumsel yang baru dilantik adalah Kombes Pol Drs. Dody Marsidi sebagai Irwasda Sumsel, Kombes Pol. Anthony Agustinus selaku Karo SDM, Kombes Pol. Ir Monto Kristo sebagai Karo SARPRAS. Dirreskrimum dijabat oleh Kombes Pol. Yustan Alpiani, Kombes Pol. Dr. Syamsul Bahar selaku Kabiddokkes, sedangkan untuk Kasatwil, AKBP. Donny Eka Saputra sebagai Kapolres Oki, AKBP Ferry Harahap selaku Kapolres Lahat, AKBP Denny Agung Andriana sebagai Kapolres Oku Selatan, AKBP Dwi Hartono selaku Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Trisaksono Puspo Aji menjabat Kapolres Pagaralam, AKBP Suhendro sebagai Kapolres Musi Rawas, dan AKBP Sugiat B. Ahmad Supio.

Disinggung mengenai kejahatan yang paling mendominasi di wilayah Sumsel, Kapolda mengatakan, kejahatan khususnya 3C (Curat, Curas, Curanmor) dan penyalahgunaan narkotika masih mendominasi terjadi hampir di seluruh wilayah Sumsel.

“Sebagai tindak lanjut terhadap kasus tersebut, harus lebih meningkatkan upaya-upaya diantaranya adalah kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan, melaksanakan operasi Kepolisian kewilayahan. Hal ini tentu saja berfungsi untuk menekan dan meminimalisir terjadinya aksi kejahatan yang terjadi di wilayah masing-masing. ” pungkas Kapolda.

 

Adri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *