Demo Gabungan Organisasi Mahasiswa Di Kejati Sulsel Berakhir Ricuh

  • Whatsapp

MITRAPOL, Makassar – Aksi unjuk rasa mahasiswa didepan Kantor Kejati Sulsel Jl. Urip Sumoharjo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (AMPAK), yang dipimpin Sudarman Waka dalam rangka menyikapi “Mandeknya Penanganan Kasus Korupsi Dana Bimtek Kab. Enrekang, Selasa (13/11/18) Sore tadi berakhir ricuh.

“Dalam aksi tersebut turut tergabung Organisasi yakni, MASSAMPU, Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM) FORMALITAS , HPMM Cab Malua , HPMK, IPMT, KOPMA, HISMA, HIPMAT, IKMS dan IMT.

Mahasiswa berorasi secara bergantian dengan menggunakan megaphone, membagikan selebaran, mengibarkan Bendera OPM, bendera Organisasi Kampus dan bendera Merah Putih, Memakai Almamater Kampus.

Aksi diwarnai dengan membakar ban bekas namun dicoba dihalangi oleh aparat kepolisian hingga terjadi gesekan, massa membentangkan spanduk dan pamflet bertuliskan kritikan-kritikan kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Tak hanya itu, Sudarman Waka selaku Jendral lapangan menuntut, transparansi penanganan kasus korupsi dana Bimtek DPRD Kab. Enrekang di tubuh Kejati Sulsel yang sudah di P21 kan ketika syarat formilnya sudah terpenuhi untuk disidangkan.

Tangkap, adili dan penjarakan pelaku korupsi dana Bimtek DRPD Kab. Enrekang, “copot Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel ketika tak mampu menangani kasus korupsi dana Bimtek,” Tegasnya didepan kantor Kejati Sulsel.

Dalam aksi tersebut sejumlah mahasiswa nampak terlihat menutup separuh ruas jalan serta Mahasiswa beradu argumen dan saling dorong oleh pihak Aparat Kepolisian yang berjaga dititik aksi.

Sementara Jendral Ketua OPM, Agung Purba Latowu, bernegosiasi kepada Fadly pihak Kejati Sulsel, untuk segera dipertemukan kepada Jaksa yang menangani kasus tersebut serta Kajati Sulsel sembari membakar ban bekas sebagai simbol kekecewan terhadap aparat penegak hukum dalam lingkup kejati sulselbar.

Tidak Berselang lama, mahasiswa diterima atau, Dedy (TP4D Kejati Sulsel), intinya mengatakan bahwa kasus BIMTEK DPRD Enrekang Sudah Di P21 kan dan berharap kepada mahasiswa untuk terus mengawal sampai kasus ini tuntas di pengadilan.

“Inilah wujud nyata perjuangan kami, tidak kenal lelah mengawal kasus ini selama kurang lebih 2 tahun belakangan ini dimana hujan, panas, asap dan polusi sudah menjadi sarapan empuk bagi kami dan Alhamdulillah akhirnya kasus ini di P-21 kan dan itu artinya para pelaku akan segera disidangkan,” pungkas Agung.

 

mir

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *