Kemenag Lebak Sosalisasikan Program Pendaftaran Suscatin Gratis

oleh

MITRAPOL.com, Lebak – Kantor Kementerian Agama Lebak melalui Kantor Urusan Agama (KUA) membuka pendaftaran kurus calon pengantin (Sucatin) gratis pranikah bagi remaja usia 16-19 tahun warga Kabupaten Lebak. Sucatin tidak khusus bagi remaja usia nikah tetapi bagi pasangan calon pengantin.

“Sucatin atau bimbingan perkawinan ini tidak khusus untuk calon pengantin tetapi boleh diikuti remaja usia 16-19 tahun, bagi yang mau dipersilakan mendaftar ke Kantor KUA terdekat,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Lebak Haerudin usai melaksanakan bimbingan perkawinan kepada 60 orang remaja usia nikah di aula Kantor-nya, Selasa ( 13/11/18).

Haerudin mengungkapkan, pendaftaran suscatin gratis, tidak dipungut biaya karena memang sudah menjadi program pusat dalam rangka menekan angka perceraian. Berdasarkan laporan dari PBB bahwasannya tingkat perceraian warga Negara Indonesia sangat tinggi” Memang kasus perceraian lumayan cukup tinggi. Termasuk di Kabupaten Lebak ini dalam sepekan sebanyak lima orang pasutri mengajukan perceraian,”kata Haerudin.

Kasus perceraian yang terjadi di Kabupaten Lebak didominasi oleh kalangan guru. Berdasarkan pengakuan penggugat yang mengajukan perceraian karena paktor ekonomi.

“Jadi istri menuntut cerai karena suami tidak memiliki pekerjaan tetap sementara istri mendapatkan gaji dan sertifikasi, sehingga sekalipun tanpa ada suami istri sudah bisa menghidupi diri sendiri,”katanya.

selain masalah ekonomi, kasus perceraian terjadi karena masalah biologis, artinya secara biologis sudah tidak bisa lagi melayani.

“Usia perceraian campur dari yang muda hingga tua. Nah ini menjadi PR kami untuk memberikan pembinaan agar pasutri tidak mudah mengucap kata cerai,” Ucap Haerudin.

Masih kata Haerudin, sebagai upaya menekan ledakan angka perceraian pihaknya memberikan bimbingan perkawinan pranikah bagi usia dini dan calon pengantin. Sepanjang tahun 2018 sudah memberikan bimbingan perkawinan kepada 720 orang remaja dan usia nikah terbagi dalam 12 kelas.

“Setiap kelasnya sebanyak 60 orang peserta. Secara berkelanjutan kita akan lakukan bimbingan perkawinan ketika memang kelas sudah siap,”pungkas Haerudin..

 

 

Reprter : A4N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *