Duka Cita Untuk Tursiman

MITRAPOL.com, Lamteng – Umur manusia memang sudah menjadi rahasia Allah SWT ajal bisa datang kapan saja, Pun begitu juga yang dialami salah satu wartawan Media Nusantara News.Com (MN Grup), dia adalah Tursiman, wartawan yang bertugas untuk peliputan di Lampung Tengah.

Kabar duka meninggalnya almarhumah ini sontak membuat seluruh keluarga besar Media Nusantara News.Com (MN Grup ) begitu kehilangan.

“Saya kaget dan tak menyangka jika Tursiman harus secepat itu menghadap Allah SWT, semalem saya baru telponan dan WhatsApp dengan almarhum, bahkan Tursiman juga berkomunikasi aktif dengan beberapa rekan Media Nusantara, ” kata Pemimpin Umum / Pemimpin Redaksi Media Nusantara dan Grup, Hairudin Hasan HS, Selasa (20/11/2018).

Hairudin menuturkan dalam obrolannya, almarhumah bercerita soal selisih yang dialaminya bersama salah satu pejabat di Sendang Agung

“Memang almarhumah bercerita soal selisih yang dialaminya, menurut almarhum dia sempat dibuat kecewa dengan sikap dan tindakan yang dilakukan oknum pejabat setempat terhadap dirinya. Kita masih bermusyawarah untuk mengambil tindakan lebih lanjut terkait peristiwa ini, namun rupanya Allah SWT sudah lebih dahulu mengambil nyawa almarhumah,” kata Hairudin tak kuasa menahan sedih.

Kyai, sapaan akrab Hairudin mengatakan, almarhumah diketahui meninggal sekitar pukul 00.00 tengah malam.

“Kami keluarga besar Media Nusantara dan Grup turut berduka cita, semoga arwah almarhumah di terima disisi Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, ” kata Kyai.

Terkait selisih almarhumah dengan oknum pejabat, akan dibahas lebih lanjut.

“Keluarga masih berduka, nanti kita akan bicarakan lebih lanjut selisih ini dan kita sudah berkoordinasi dengan penasehat hukum kita untuk mengambil langkah langkah hukum yang diperlukan, ” tutupnya.

Sementara, Penasehat Hukum Media Nusantara dan Grup, Indra Jaya SH, mengatakan masih mengumpulkan bahan dan bukti serta keterangan untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut.

“Keluarga besar masih berduka namun demikian kita akan tetap mengambil sikap terhadap peristiwa ini,” kata Indra.

Kepala Biro Lamteng Hj.Miswati mengungkapkan rasa duka yang sangat dalam dan tidak menduga karena tadi malam pukul 21.49 wib sebelum meninggal Tusiman menelpon saya dan menceritakan bahwa Senin kemarin sekitar pukul 10:10 Wib dirinnya akan melakukan peliputan di kantor Kecamatan Sendang Agung, namun tiba-tiba Camat Sendang Agung Pursulistiyono marah-marah dan mencekik leher saya sangat keras dengan tangan sebelah kanannya.

Tusiman juga menceritakan kronologis kejadiannya saat pergi ke kantor kecamatan dirinya bertemu langsung dengan Camat Sendang Agung kemudian dirinya mengajak salaman namun ditolak Pursulistiyono dan tiba-tiba mengajak berkelahi tapi dirinya tidak meladeni namun dia emosi dan menarik kerak bajunya.

“Awalnya saya ketemu pak Camat, saya ajakin salaman ngak mau, malah ngomong anggap aja kita ngak kenal, dari situlah pak Camat mulai emosi terus ngajakin saya berantem dan tujah-tujahan, kata pak Camat aku siap untuk kehilangan jabatan sebagai Camat dan jadi orang biasa, aku tidak takut dengan siapapun ,” jelas Tusiman menirukan ucapan Camat Sendang Agung tadi malam pukul 21.49 wib sebelum meninggal.

 

 

Dhailami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.