BPN Nunukan Sukses Selesaikan Program PTSL

Sumaryono SH kepala BPN Kabupaten Nunukan

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – kepala Badan Pertanahan Nasional  (BPN) kabupaten Nunukan H.Sumaryo.SH didampingi Kasi Inprastruktur Pertanahan Sugi Mulyono SH, mengatakan bahwa sesuai dengan Program Presiden RI Jokowidodo melalui Kementrian Agraria dan Tata Ruang bahwa untuk Program Nasional (Prona) telah diganti dengan Program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) tujuannya agar lebih muda lebih sistimatis dalam memberikan pelayanan persertifikatan kepada masyarakat tidak menunggu waktu yang cukup lama yang penting jaringan internet lancar karena sistem ini langsung terpantau dan terkordinir oleh Pusat.

Progaram PTSL ini mulai diberlakukan tahun 2017 secara nasional termasuk Kaltim dan BPN Kabupaten Nunukan khususnya sementara untuk kantor Pertanahan Nadional Kabupaten Nunukan mendapat kaota sebanyak 2500 Bidang Tanah semua mampu dilaksanakan sudah mencapai 100% tuntas walaupun banyak kendalah yang dihadapi oleh tim dilapangan cukup menantang.

Namun semua itu bisa datasi dengan mengedepankan  Miss Comunikation kesemua pihak dan sebelumnya itu didahului oleh sosialisasi atau penyuluhan tentang manfaat dan kegunaan PTSL ini lebih muda dan kebih komprehensif lebih cepat.

Untuk tahun 2018 kembali Nunukan diberikan kaota sebanyak 7500 Bidang tanah, Alhamdulillah sukses diselesaikan dan berjalan dengan baik dan kita dibantu oleh pihak pemerintah desa/kelurahan dan pemilik tanah, utamanya saksi batas harus berada dilapangan saat pengukuran berlangsung dan bisa dilakukan tanda tangan secara langsung oleh saksi batas.

Kedua kendalah yang paling banyak kita hadapi yakni masalah nomor Induk kependudukan (NIK ) karena banyak yang belum terakomodir di Kementrian Dalam Negeri, sementara untuk dapil satu semua berjalan dengan baik.

Kalau untuk dapil 3 meliputi Kecamatan Sebuku, Lumbis, Sembakung dan Krayan Induk serta Krayan Selatan memang dibutuhkan penyuluhan karena masyarakat belum memahami betapa pentingnya sertifikat atas hak tanahnya, mungkin banyak masyarakat beranggapan tanahmya tidak perlu disertifikatkan.

Sementara tanah yang berada di garis perbatasan Negara, kami sudah melakukan pengukuran  utamanya daerah Haji Kuning yang langsung berbatasan dengan patok perbatasan, sudah puluhan sertifikat kita sudah buatkan untuk masyarakat.

Begitu  juga di Kecamatan Semang garis tanah yang dikelola warga apalagi sudah ditanami Sawit, kita sudah melakukan pengkuran untuk penerbitan sertifikat.

Sumaryono SH, menjelaskan bahwa Program PTSL ini untuk semua kalangang baik yang tidak mampu maupun orang berada, sementara kalau Prona hanya untuk kalangan menegah kebawah, sementara PTSL untuk semua kalangan tidak dibeda-bedakan.

 

 

Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.