Dugaan Komersilkan Sekolah Dan Pungutan Liar Di SMP Negeri 5 Tanjung Morawa

MITRAPOL.com, Tanjung Morawa Deli Serdang – Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Negeri 5 yang beralamat di Jalan Pasar 1 Sei Merah Tanjung Morawa kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, Tahun ajaran 2018 ini memiliki siswa sebanyak 573 (L. 294, P. 279 ), Rombongan belajar 17, menggunakan Ruang kelas sebanyak 13, Laboratorium 1, Perpustakaan 1, Sanitasi siswa 1.

SMP Negeri 5 Deli Serdang merupakan sekolah terbaru yang ada di Deli Serdang, sistem belajar mengajar siswa menggunakan Kurikulum 13, berbasis komputer dipimpin Kepala Sekolah berisial “MT”. Di tahun 2018 ini, SMP Negeri 5 Tanjung Morawa diduga melakukan pungutan liar dengan berbagai alasan.

Ketika Mitrapol.com dan beberapa Jurnalis lainnya melakukan kunjungan ke SMP Negeri 5 Tanjung Morawa untuk mengkonfirmasi informasi yang kami terima, Sabtu (24/11), Kepala Sekolah tidak dapat ditemui tanpa alasan yang jelas.

Wakasek SMP Negeri 5 Tanjung Morawa Deli Serdang

Kami diterima Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang menjelaskan “Benar baru-baru ini Siswa SMP Negeri 5 melakukan kunjungan ke Museum Deli Serdang, Gedung Arca dan Kebun Binatang Medan, masing-masing siswa dibebankan dana sebesar Rp. 120.000/ siswa, dana tersebut diperuntukan menyewa kenderaan berupa 5 unit mobil pariwisata, konsumsi siswa dan guru, tentang pungutan uang sebesar Rp. 18.000,- dan pengadaan penjualan baju olah raga, kemeja batik beliau tidak dapat memberi jawaban yang pasti, karena semua itu perintah kepala sekolah” jawabannya.

Ketika Mitrapol.com dan media lainnya mendapat keterangan sewaktu para orang di parkiran menjemput /menunggu anak pulang dari sekolah, beberapa orang tua siswa yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, iya pak, pakaian olahraga dan kemeja batik ada kami beli dari sekolah dengan harga Rp. 250.000,- tetapi pakaian olahraganya hingga saat ini belum kami terima padahal pembayaran sudah kami lakukan, pakaian olahraga dan kemeja batik memang pernah di rapatkan dan kami terpaksa setuju karena takut anak kami diintimidasi bila tidak setuju.

Terus ada lagi pembayaran Rp. 18.000,- katanya untuk hari guru, setiap 1 minggu sekali siswa diharuskan membayar Rp. 5.000,-/siswa/Minggu, serta Rp. 120.000 untuk berkunjung ke Meseum dan Kebun Binatang semua itu tanpa musyawarah dengan orang tua siswa, kami orang tua ingin anak belajar dan menjadi anak yang pintar makanya kami sekolahkan tetapi mengapa pembayaran selalu ada dengan berbagai alasan.

Kami mohon semoga Dinas pendidikan Deli Serdang bisa lebih memperhatikan lagi tentang pendidikan selain prestasi siswa juga mohon dipantau dan diberi tindakan serta sanksi kepada oknum guru atau kepala sekolah yang selalu memaksakan kehendak kemauannya sendiri tanpa memikirkan nasib orang kecil. Pungkasnya.

 

 

Syahrul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.