FPB Menuntut Capres Meminta Maaf

oleh -36 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Anggota Forum Pasundan (FPB) menggelar acara konferensi pers terkait penarikan dukungan sejumlah anggotannya di depan Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/12/2018).

Acara ini dihadiri Pendukung Prabowo 2014 Fedly Amarudin, Sekjen PPP Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi Ma’ruf Amin Arsul Sani, Menlu Retno Marsudi dan Mahasiswa bandung.

Loading...

Dikatakan Fadly Amarudin, koordinator lapangan FPB yang merupakan pendukung Prabowo sejak Pilpres 2014 menilai sikap kandidat nomor 02 itu terkait dengan rencana pemindahan Kedubes Australia ke Jerusalem tidak mencerminkan sikap rakyat Indonesia. “Ini sudah melukai hati dan mengecewakan umat Islam,” cetusnya.

Pernyataan Prabowo, imbuh Fadly tidak menunjukkan keberpihakan kepada Palestina, padahal Indonesia sudah lama mendukung rakyat Palestina lepas dari penjajahan Israel.

FPB pun menuntut Prabowo meminta maaf kepada umat Islam, Fadly juga menegaskan pihaknya menolak pencalonan Prabowo di Pilres 2019.

“Menolak capres yang tidak mendukung perjuangan Palestina, ucap mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung itu.”

Secara terpisah, Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa Indonesia konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina. Dia juga mengingatkan agar kita tidak melupakan sejarah. “Adik-adik, Palestina memiliki peran besar dalam memberikan dukungan dan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia. Perjuangan Palestina harus terus kita dukung,” ujarnya dalam kuliah umum di Universitas Airlangga, Surabaya, kemarin.

Ditegaskan pula, pemindahan ibu kota Israel ke Jerusalem ialah tindakan melawan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB. Karena itu, Indonesia harus meyakin­kan masyarakat dunia untuk terus menghormati berbagai resolusi terkait ­Palestina.

Sekjen PPP yang juga Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Arsul Sani, menilai Prabowo menerapkan old fashion diplomacy dalam menyikapi pemindahan Kedubes Australia di Israel ke Jerusalem. Prabowo dianggap hanya melihat prinsip-prinsip hubungan internasional secara normatif.

Melihat sisi hubungan internasional secara normatif saja adalah bentuk diplomasi yang sudah lama ditinggalkan banyak negara,” kata Arsul.

Menurutnya, langkah diplomasi yang dijalankan ­pemerintah dengan memprotes pemindahan Kedubes Australia di Israel ke Jerusalem bukan hal yang salah dalam hubungan internasional saat ini. “Bahkan itulah yang benar dalam konteks kepentingan Nasional dan Internasional Indonesia.

Faktanya mayoritas mutlak rakyat Indonesia mendukung Palestina dan mayoritas negara Islam juga berharap Indonesia selalu berperan aktif dalam diplomasi Palestina.”

 

 

desi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *