Berita Hotel Clarion (Claro) Kalah, Dibantah Kuasa Hukum

MITRAPOL.com, Makassar – Berdasarkan Putusan PN Makassar Nomor 121/Pdt.G/2018/PN Mks Tahun 2018 lewat websaite Mahkamah Agung RI menyatakan menghukum Tergugat I (PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Cq Kantor Network Regional Kawasan Timur Indonesia) dan Tergugat II (Hotel Clarion) karena dianggap telah melakukan perbuatan melawan Hukum, pertanggal 25 September 2018.

Dalam putusan ini, Muh Syarief, SH.MH selaku Penggugat dinyatakan bahwa tanah objek sengketa A dan B tersebut adalah milik alm. I Mala Dt. Kr.Matowaya yang sekarang beralih kepada ahli warisnya yakni Penggugat atas nama Muh Syarief.

Menanggapi hal itu Pihak eks Clarion kecewa, karena perkara tersebut saat ini dalam proses upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan.

Dalam jumpa Pers Anggiat Sinaga mengatakan, pemberitaan salah satu media online soal kedudukan perkara kasus tanah yang sudah terbit (putusan) ini dianggap tidak benar.

“Yang sebenarnya adalah, perkara ini masih dalam proses hukum di Pengadilan Tinggi Sulsel, atau saat ini masih banding di sana,” terang General Manager Hotel Claro ini, kepada media selasa, (20/11/2018) di Hotel Claro, jalan Andi Pangerang Pettarani.

Di tempat yang sama Legal Official Claro Rudi Kadiaman berkata perkara kasus ini belum mempunyai kekuatan hukum tetap dan belum mempunyai hasil keputusannya atau belum incrah.

“Dimana sengketa tanah tersebut masih bergulir di Pengadilan Negeri Makassar. Ini masih dini untuk semua pihak yang mengatakan kalau perkara ini sudah selesai. Ini masih berproses di Pengadilan Negeri Makassar,” kata Rudi saat ditemui sesaat sesudah prescome digelar bertempat dijalan Pettarani Makassar (Dilobi Hotel)

Adapun ditambahkan dalam amar putusan ini disebutkan obyek sengketa seluas kurang lebih 17 Ha, dan atau luas kurang lebih 170.000 M2. Managemen Hotel Claro tetap menghormati hukum yang berlaku sehingga akan melakukan upaya hukum banding, kunci Rudi Kadiaman.

 

 

mir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.