SMKN 3 Kota Metro Lampung Diduga Lakukan Pungli

oleh

MITRAPOL.com, Metro – SMKN 3 Kota Metro Lampung adalah salah satu sekolah menengah kejuruan di Kota Metro Lampung, dengan jumlah siswa yang mencapai 1.400 orang ini ternyata masih ada pungutan iuran dari siswa untuk memenuhi segala kekurangan peralatan sekolah. Diduga Kepsek SMKN 3 Kota Metro Lampung melakukan pungli iuran dana komite kepada siswa.

Adapun pungutan dana komite kepada siswa sebesar Rp.1.900.000 pada kelas 12 tahun TP 2017/2018. Mengenai kucuran dana bos yang digelontorkan pemerintah setiap tahun selalu ada, khusus bagi Sekolah Menengah sebesar Rp.1,4 juta pertahun/siswa. Bayangkan jika siswa SMKN ini berjumlah siswa 1.400 x 1.400.000 = 1.960.000.000,- setiap tahun. Dana dicairkan dalam 4 termin pertriwulan tergantung untuk apa saja digunakan sesuai kebutuhan sekolah itu.

“Pertanyaannya mengapa masih saja kekurangan dana bos sehingga meminta iuran siswa walaupun ada persetujuan walimurid, sedangkan pemerintah sudah mengestimasi dengan matang senilai 1,4 jt itu cukup.

Saat wartawan Mitrapol mendatangi sekolah SMKN 3 untuk meminta Komentar Suindriati,S Pd,.M Pd selaku Kepala sekolah, namun dengan berbagai alasan selalu tidak ada ditempat, terkesan menghindar dari pihak media. Rabu (05/12/2018).

Wakakasek bidang kesiswaan Miftahul dan Edi Wakasek bidang Tata usaha menjelaskan bahwa tidak ada unsur pungli dan sudah sesuai prosedur.

Selanjutnya wartawan Mitrapol menghubungi Wakepsek Bidang Humas Imam Safe’i menjelaskan bahwa ” menurut saya itu bukan pungli ” jelasnya.

Menurut wali murid salah satu siswa “kami wali murid rapat dengan komite seperti keputusan sudah jadi, kami tidak bisa berbuat apa apa, hendaknya ditanya dulu jangan diharuskan karena tidak semua wali murid mampu dengan dana sebesar itu” ujarnya.

Terkait dugaan pungli ini Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Patriot Indonesia (PI) Kota Metro Agus saputra mengatakan, hal ini tidak bisa dibiarkan dan diam saja, kita lihat dulu Permendikbud, apakah ada unsur pungli atau tidak, dari beberapa item Permendikbud, apakah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh sekolah itu, jika memang ada unsur dugaan pungli terhadap siswa maka saya atas nama lembaga berjanji akan menindak lanjuti persoalan ini sampai ke ranah hukum”, tegasnya.

 

 

Tim Muk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *