Pemerintah Dan Petani Bersatu Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia

oleh

MITRAPOL.com, Jakarta – Konfrensi Mahasiswa dengan topik pembahasannya “Strategi mewujudkan kedaulatan pangan dan lumbung pangan dunia 2030 tanpa kemiskinan dan kelaparan,” digelar di UIN Syarif Hidayatulloh, Jalan Ciputat Raya, Tangerang (4/12).

Konfrensi Mahasiswa ini dihadirin oleh, Mayjend (Purn) Dr. Bachtiar S.IP M.Ap, dari Bulog, Abdul Rosyid Komite Pedagang Pasar (KPP), Tanri Abeng Komisaris Utama Pertamina dan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatulloh, Ahmad Nabil Bintang yang sekaligus menjadi moderator, dihadiri 83 institusi dengan 150 mahasiswa yang hadir.

“Untuk menuju dan mencapai kedaulatan pangan dan menjadi lumbung pangan dunia maka harus mengembangkan dan membangun SDM yang memadai Intensifikasi dan penataan kembali on form dan of form,kemudian perlu mendorong bulog untuk di berikan kewenangan yang lebih luas di bidang pangan ” ungkap Bachtiar

“Harus ada perubahan sistem politik ekonomi yang baru dan inklusif. Pemerintah juga harus mengembangkan dan membantu pembentukan badan usaha milik rakyat,sehingga usaha mikro pun bisa berpartisipasi dalam mewujudkannya” ujar Tanri Abeng

“Perlu adanya perhatian kepada petani dan para pedagang,karena yang menjadi persoalan sampai saat ini distribusi dan mata rantai yang masih panjang dari petani kepada konsumen,sehingga harga di tingkat petani masih rendah,sedangkan di tingkat konsumen tinggi,hal ini terjadi karena masih banyak cukong.(tengkulak) yang harus di berantas dan di potong distribusinya” tandas Abdul Rosyid

” Agar pangan di Indonesia lebih makmur untuk kesejahteraan rakyat,karena itu sangat penting mengingat SDGs adalah program yang harus di laksanakan oleh pemerintah,tapi yang perlu di ingat rencana ini perlu di implementasikan dengan baik,sehingga SDGs bisa di laksanakan dengan oftimal ” ujar Ahmad Nabil Bintang

Pemerintah dan para petani harus bersinergi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Terutama di bidang pangan dan kebutuhan pokok,yang selama ini.negara kita masih Impor Jagung, Beras dan Kedele serta buah-buahan.

 

Desi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *