Kapolda Papua: Kita Komitmen Kejar Pelaku Penembakan Di Nduga

oleh

MITRAPOL.com, Timika – TNI/Polri di Wilayah Papua serius dan berkomitmen untuk mengejar para pelaku penembakan di Nduga, Papua yang menewaskan puluhan karayawan PT. Istaka Karya dan satu Anggota TNI.

Hal ini disampaikan langsnug oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar didampingi Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, saat Jumpa Pers di Bandara Mozes Kilangin, Timika Jumat, (7/12) Pagi.

“Di semua pegunungan tengah kelompok mereka (KKSB) Ada tahanan kami (Polda Papua) saat ini ada tiga kelompok Separatis Bersenjata” namun Kapolda enggan sebut identitas mereka,

“tinggal menunggu proses persidangan, komitmen kami dari Polda Papua tidak akan pernah berhenti melakukan pengejaran terhadap para pelaku (KKSB) ini”, Tegas Jenderal Martuani.

“kami pastikan sumberdaya kami dan dibantu oleh Kodam XVI/Cendrawasih akan melakukan pengejaran.
Untuk kesulitanya adalah medan yang sangat sulit, dimana ketinggian geografisnya itu diatas 10pit, cuaca juga yang tidak bersahabat, kemudian sinyal juga tidak ada”. Beber Kapolda
“Sementara mereka sangat menguasai medan dan cuaca”

Orang nomor satu di Polda Papua ini juga memberkan sumber pendapatan senjata yang dimiliki kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

“Sumber senjata mereka berasal dari rampasan-rampasan senjata, dimana anggota kami TNI/Polri banyak terbunuh itulah sumber senjata mereka, ungkap Kapolda Papua

Dirinya mebayangkan pernah saat bertugas di sorong Papua Barat ada Operasi dan ditemui adanya penyelundupan senjata di sorong yang diduga asal senjata terssbut dari Negara Philippine selain itu kelompok Separatis ini juga mendapat senjata dari daerah konflik yaitu dari Ambon. Tutupnya.

Diketahui terjadi penembakan terhadap para pekerja proyek jembatan Trans Papua di Nduga dan menewaskan 19 Karyawan PT. Istaka Karya dan 1 Anggota TNI.

Hingga berita ini ditayangkan dari 19 Pekerja Jembatan yang meninggal baru 16 Jenazah yang ditemukan dan telah dikembalikan ke keluarganya masing-masing, semnetara masih 3 Jenazah yang belum ditemukan selain itu ada 2 Pekerja Jembatan diyakini masih hidup namun belum ditemukan sehingga masih dalam proses pencarian kelima korban di Nduga, Papua.

 

 

Qodri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *