PT. Senopati dan 7 Kepala Suku Papua Protes Keras

oleh

MITRAPOL.com, Jakarta – Permasalahan besi tua scrap PT. Freeport sudah belasan tahun belum juga menemukan titik penyelesaian, PT. Senopati Mega Nusantara yang sudah mendapat kuasa dari Yayasan Tuarek dan 7 Kepala Suku Papua untuk menyelesaikan permasalahan secara baik.

Segala upaya telah dilakukan oleh pihak PT. Senopati Mega Nusantara mulai dari silaturahmi dan memintah arahan ke Polres Jakarta Utara tepatnya Kamis (1/11/18). Kedatangan pihak PT. Senopati Mega Nusantara disambut baik oleh kapolres Jakarta Utara Kombes Pol. Reza Arif Dewanto S.I.K beserta Kasat Reskrim di ruangannya.

Penjelasan demi penjelasan disampaikan oleh pihak PT. Senopati Mega Nusantara kepada Kapolres beserta jajarannya.

PT. Senopati menyampaikan bahwah jauh hari pihaknya bersama 7 kepala suku pernah silaturahmi ke Lapak/Gudang besi tua milik H. Hudori, Selasa (23/10/18) untuk menyampaikan maksud dan tujuan penyelesaian masalah besi tua scrap PT. Freeport yang ada di gudang milik H.Hudori secara baik.

Karena tidak adanya titik temu pembicaraan dikarenakan pihak Staff kantor H. Hudori tidak bisa menghadirkan H. Hudori atau Pengacaranya maka pihak PT. Senopati dan 7 kepala suku undur diri.

Kamis (8/11/18) pihak PT. Senopati bersama 7 kepala suku kembali berkunjung ke lapak besi tua H. Hudori tetapi bukan penyelesaian yang didapat malahan hampir terjadi bentrok, dikarenakan pihak H. Hudori dan sekumpulan orang yang diperkirakan adalah ormas kurang menyambut baik kedatangan pihaknya.

Suasana sempat memanas dengan adanya teriakan teriakan dan tindakan yang memancing suasana dari pihak H Hudori, Kedatangan Kapolres Jakarta Utara dilokasi membuat suasana kembali kondusif.

Keesokan harinya Jumat (9/11/18) diadakan rapat antara pihak PT. Senopati dan Pihak H. Hudori di Polres Jakarta Utara, rapat digelar karena pihak H. Hudori merasa keberatan dengan kedatangan pihak PT. Senopati bersama 7 kepala Suku mengecek barang di Gudang miliknya.

Senin (12/11/18) Polres Jakarta Utara kembali mengelar rapat dengan agenda membahas rencana pengecekan barang dan data dengan dihadiri ke dua pihak.

Karena sebelumnya Wakapolres Jakarta Utara AKBP. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar S.I.K H.Hum M.S.M menjanjikan kepada PT. Senopati dan 7 kepala suku untuk melakukan pengecekan barang di gudang H. Hudori.

Alangkah terkejutnya 7 kepala suku mendapat beberapa tumpukan besi tua yang dulu Nya banyak sekarang berkurang, hal ini membuat 7 kepala suku protes keras “kenapa ini besi besi sudah tidak ada di tumpukan bagian sini ” kata salah satu kepala suku dan memancing perhatian kepala suku lainnya untuk melihat tumpukan tumpukan besi tua tersebut.

Terjadi perdebatan antara pihak Polres Jakarta Utara dan pihak PT. Senopati beserta 7 Kepala suku karena Pihak Polres Jakarta Utara meminta pihak PT. Senopati Mega Nusantara dan 7 Kepala suku untuk meninggal kan lokasi milik H. Hudori .

Menurut Pihak Polres Jakarta Utara mereka mendapat laporan warga bahwa tempat mereka (gudang besi tua milik H.Hudori ) di duduki pihak PT. Senopati dan 7 kepala suku. Mendengar hal itu pihak PT. Senopati dan 7 Kepala suku memprotes dan mengatakan “Kami datang baik baik dan minta kejelasan yang dijanjikan pihak Polres Jakarta Utara untuk verifikasi barang dan data besi tua scrap eks Freeport yang berada di gudang milik H. Hudori, besi ini milik kami kata 7 kepala suku, Dengan nada yang keras .

Protes keras kembali di lakukan oleh pihak PT. Senopati dan 7 kepala suku karena tidak adanya kejelasan dari pihak kepolisian untuk verifikasi “kenapa ini malah kami mau di suru keluar dari gudang H.Sudori, kami bukan pencuri, besi ini milik kami dan kami sudah ikuti semua yang di arahkan pihak kepolisian sampai hari ini pun kami menunggu keputusan dari kepolisian dan kami mau ambil besi milik kami, ini hak kami” teriak 7 kepala suku.

Karena tidak ada titik temu antara kepolisian dan pihak PT. Senopati dan 7 kepala suku tetap bertahan dan tidak mau meninggalkan lokasi.

Setelah tim PT. Senopati Mega Nusantara dan pihak kepolisian melakukan negosiasi, akhirnya pihak kepolisan menyarankan agar pihak PT. Senopati dan 7 Kepala Suku melalui pengacaranya Belihel Situmorang SH & Partners membuat laporan ke kepolisian saja untuk masalah besi tua scrap eks Freeport yang ada di gudang milik H.Hudori ini.

 

 

Rizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *