Unit Reskrim Polsek Sungkai Selatan Tangkap Pelaku Pembunuhan

Terangka Wgr

MITRAPOL.com. Lampung – Unit Reskrim Polsek Sungkai Selatan telah lakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku dalam perkara Pembunuhan, Pencurian dengan kekerasan dan Persetubuhan anak di bawah umur sebagiamana dimaksud dalam Pasal 340 KUHPidana dan Jo 338 KUHPidana dan Pasal 365 KUHPidana dan Pasal 81 ayat 2 ayat (1) ayat (2), dan atau pasal 82 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak pada hari Jum’at (07/12/ 2018 ) sekira pukul 01.00 Wib.

Dasar Laporan Polisi Nomor : LP/100/ XII/ 2018/PLD LPG/ RES LU /SEK KAI SEL tanggal 05 Des 2018 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Lebung Areal perkebunan tebu PTPN VII Rayon 1 Apdeling 3 petak 086 Desa Negara Tulang Bawang, Kec. Bunga Mayang, Kab. Lampung Utara.

Modus Operandi, Korban dibawa tersangka keareal perkebunan Tebu dengan menggunakan sepeda motor honda beat pop, tersangka berhenti di TKP dan menyatakan perasaan cinta kepada korban, namun ditolak dan mendapat ejekan dari korban. Wgr, warga Dusun Purwodadi, Desa Gedung Ketapang, Sungkai Selatan, Lampung Utara, tega memperkosa dan membunuh RA, warga Labuhanratu Pasar, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara.

Penyebabnya, pelaku merasa sakit hati kepada korban karena cintanya ditolak dan dikatakan jelek serta hitam.

Anak pertama dari buah hati IS dan WA itu sebelumnya hilang kontak pada Senin, 1 Oktober 2018.

Perempuan berusia 15 tahun itu berpamitan dengan pamannya, NU pada Minggu, 30 September 2018 untuk pergi bersama Wagiran, kawan prianya yang dikenal korban melalui pertemanan di facebook.

Ra dijanjikan suatu pekerjaan di sebuah butik pakaian di Kecamatan Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara.

Kepada awak media tersangka mengakui perbuataanya dikarenakan khilaf dan sakit hati terhadap korban.

”Pertamanya saya bawa keliling dulu, di perjalanan saya katakan ke dia kalau saya suka, tiga kali mengatakan suka sama dia tapi ditolak, dia bilang kalau saya ini jelek dan hitam,” katanya.

Dijelaskannya, dirinya sakit hati atas ucapan korban, dan korban dibawa tersangka ke tempat kejadian peristiwa (TKP) lalu mencekik dan memperkosa korban.

”Setelah saya perkosa saya cekik lagi, dan mayatnya saya gendong lalu di kubur di perkebunan. Saya menggali tanah menggunakan kayu dan saya lari ke Lampung Timur,” jelasnya.

Kapolsek Sungkai Selatan, AKP Yaya Karyadi menerangkan jika pihaknya mencokok tersangka di tempat pelariannya Kecamatan Lambuhan Maringgai, Lampung Timur.

”Penangkapan tersangka berkat kerja sama dengan Kepala Desa dan masyarakat, korban dilaporkan di Polsek sejak 30 September 2018 lalu. Terdapat ada hal tindak pidana, kami fokus dan mengungkap hal tersebut serta menangkap tersangka,” jelas Kapolsek.

 

 

Deni Andestia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.