Pengukuhan Wali Nanggroe Aceh Dinilai Tidak Sesuai Aturan

Eks mantan Kombatan GAM angkatan Tahun 76 Tgk Ahmad Razak saat diwawancarai Wartawan Mitrapol.

MITRAPOL.com, Aceh – Pengukuhan Malik Mahmud Al Qhaitar sebagai Wali Nanggroe Aceh menuai kontroversi di kalangan eks Mantan kombatan GAM.

Seperti yang dituturkan salah seorang Eks mantan Kombatan GAM angkatan Tahun 76 Tgk Ahmad Razak saat diwawancarai Wartawan Mitrapol di sebuah warung kopi di Lhok Nibong Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (14/12/2018).

Tgk Ahmad Razak mengatakan, pengukuhan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe tidak memenuhi syarat dan tidak sesuai aturan.

“Mestinya Sebelum pengukuhan Wali Nanggroe, harus diadakan rapat musyawarah yang juga melibatkan Eks mantan Kombatan GAM dari berbagai daerah,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu jelas tertera di dalam Qanun Aceh pasal 98 tentang penyelesaian permasalahan sosial masyarakat adat. Harus ditempuh melalui Lembaga Adat sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dan (2) meliputi (a) Majelis Adat Aceh. (b) Imum Mukim. (c) Imum Chik.(d) Keusyik Gampoeng. (e) Tuha Peut. (f) Tuha Lapan. (g) Imum Meunasah. (h) Keujruen Blang. (i) Panglima Laot. (j) Pawang Glee. (k) Peutua Seuneubok. (l) Syahbandar Keudee.

“Jadi pengukuhan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe Aceh yang hanya melibatkan Tuha Peut. Tuha Lapan. Dan DPRA. Jelas tidak sesuai aturan dan menurut kami ini sebuah pelanggaran,” ungkapnya.

Selanjutnya Tgk Ahmad Razak juga mengatakan apabila ada beberapa diantaranya Eks Mantan Kombatan GAM yang mengaku setuju dengan pengukuhan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe.

“Itu adalalah Eks Mantan Kombatan GAM yang sudah terima sejumlah uang sogokan dari kelompok-kelompok tertentu. Bukan Eks Mantan Kombatan GAM dari semua daerah, jadi jangan bawa-bawa Nama Eks Mantan Kombatan GAM, kami tidak setuju,” tegasnya.

Tgk Ahmad Razak juga mengatakan bagi mereka yang membawa-bawa Nama Eks Mantan Kombatan GAM dalam permasalahan in harus bertanggung jawab. (Munasir Yusa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.