Penataan Pedagang di Pasar Kebon Pala Butuh Kerja Sama Semua Pihak

MITRAPOL.com, Jakarta – Sebagai Koordinator Keamanan Pasar jalur Kebon Pala, Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Daenk Jamal memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Menyikapi masalah kebersihan, Daenk Jamal yang juga Ketua Garda Bintang Timur (GBT) mengerahkan anggotanya untuk membersihkan sampah-sampah yang ditinggalkan pedagang pasar. Kali ini, para anggota GBT dibantu sejumlah pedagang kembali turun ke pasar dengan membersihkan dan merapihkan tempat berjualan sayuran dan fallet fallet kayu yang berantakan di sekitar kali dekat pasar. Sehari sebelumnya, mereka melakukan aksi “Grebek Sampah” di tempat yang sama.

Bacaan Lainnya

“Hari ini adalah yang kedua kalinya Garda Bintang Timur menggrebek kembali dan membersihkan tempat para pedagang sayur yang ada di pasar Jalur Kebon Pala. Hal ini di lakukan agar para pedagang yang sudah bertahun tahun berjualan di wilayah Pasar ini dapat berjualan kembali, guna menghidupi keluarganya,” ucap Daenk Jamal yang didampingi Ketua Paguyuban Pasar Jalur Hartono, saat ditemui wartawan, Senin (17/12/2018).

Sebelumnya, pada Sabtu (15/12/2018) malam kemarin, Camat Penjaringan juga memantau langsung lokasi pasar dan menginstruksikan jajaran Satpol PP untuk turut membantu membersihkan sampah.

“Kita bersihkan semua sampah -sampah yang ada di sini, dan untuk kulakan (tempat jualan pedagang sayur) , kita terkendala untuk merapikannya, karena kita butuh tempat yang khusus. Di sini ada tanah PT Perdagangan Indonesia gudang A dan Gudang B. Seandainya tanah ini diizinkan untuk tempat menyimpan barang, maka kami akan merawat nya dengan baik,” ujar Daenk Jamal.

Menurutnya, untuk menata dan merapikan para pedagang sayur ini dibutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari lurah, camat sampai ke pemerintah Walikota Jakarta Utara. Ketika pemerintah memberikan regulasi dan solusi agar dalam melaksanakan peraturan tidak selalu berbenturan dengan masyarakat kecil.

“Pedagang dikasih aturan agar jaga kebersihan dan juga diberi solusi tempat untuk meletakkan atau penyimpanan barang dagangan seusai mereka berjualan. Kami siap melaksanakan apa yang diminta Lurah Pejagalan dan Camat Penjaringan dan regulasi dari pemerintah Jakarta utara,” tegasnya.

Untuk itu Daenk Jamal berharap pihak berwenang mengeluarkan regulasi kepengurusan yang jelas agar monitoring di pasar jalur lebih mudah dilakukan dan tidak tumpang tindih.

“Jangan sampai karena ulah segelintir orang, pedagang sayur yang tidak tahu apa-apa kena dan pengurus yang sudah bersusah payah kena imbasnya. Kami siap mendukung dan bersinergi dengan lurah camat maupun Pemkot Jakarta Utara dalam menjalankan program-program untuk para pedagang kecil,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.