Pengangkut Pasir Basah Berhenti Sembarangan, Dinas Terkait Tutup Mata

MITRAPOL.com, lebak – Kembali aktivis lingkungan hidup di Kabupaten Lebak, Banten mengeluhkan aktifitas kendaraan pengangkut pasir basah diruas jalan Rangkasbitung-Leuwidamar. Keluhan tersebut disampaikan Ade Purna Kridiana dan Soleh warga Kampung Keong, Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, Minggu (16/12/2018).

Menurut Ade, akibat kendaraan pengangkut pasir basah yang kerap berhenti dibahu jalan, menyebabkan jalan tersebut menjadi becek dan licin, ia meminta kepada Dinas terkait khusunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar melakukan tindakan kepada pengemudi kendaraan dan perusahaan tambang pasir yang menjual pasir basah.

“Kami minta Satpol PP dan Dishub Lebak menindak pengemudi kendaraan dan perusahan tambang pasir yang menjual pasir basah,” kata Ade.

Masih dikatakan Ade, persoalan yang terjadi ini adalah sebab akibat dari adanya perusahaan tambang pasir yang menjual pasir dalam keadaan basah kepada pembeli, ia khawatir, akibat dari jalan yang becek dan licin itu menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Menurut kami, ini persoalan yang serius yang harus disikapi oleh pihak terkait di Pemerintah Kabupaten Lebak, kalau terjadi kecelakaan lalu siapa yang bertanggungjawab ? karenanya kami dari aktivis lingkungan hidup tidak akan berhenti mengingatkan Pemerintah Kabupaten Lebak terkait persoalan yang oleh sebagian orang dinilai klasik,” ujarnya.

Hingga berita dilansir, mitrapol.com belum mendapat tanggapan dari dinas terkait khususnya Pemda Lebak.

 

 

Reporter : A4N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.